MountNesia

MountNesia

@mountnesia

Pendaki Gunung Indonesia | MountNesia IG, Twitter, FB : @MountNesia

MountNesia صانع محتوى على تيك توك، لديه 314.5K متابع و11.9M إعجاب. يحصد كل فيديو في المتوسط 454.9K مشاهدة، بمعدل تفاعل 6.5%. أكثر الوسوم استخدامًا: #pendaki، #pendakigunung و#pendakiindonesia.

https://collshp.com/mountnesiagear
314.5K
المتابعون
271
يتابع
11.9M
الإعجابات
454.9K
متوسط المشاهدات
معدل التفاعل: 6.5% إندونيسيا 🗣️ الإندونيسية
314.5K
المتابعون
11.9M
إجمالي الإعجابات
454.9K
متوسط المشاهدات
582
الفيديوهات
271
يتابع
0
المفضلة
6.5%
معدل التفاعل

النمو والتوقعات

آخر تحديثتوقع 7 أيامتوقع 30 يومًا
المتابعون314.5K▼ 🔒 Pro🔒 Pro
إجمالي الإعجابات11.9M🔒 Pro🔒 Pro
الفيديوهات582🔒 Pro🔒 Pro
متوسط المشاهدات454.9K▲ 🔒 Pro🔒 Pro

افتح التقرير الكامل

البريد الإلكتروني للتواصل وسجل النمو والتوقعات وأرشيف الفيديو الكامل وتصدير CSV متاحة في Pro.

عرض التقرير الكامل →

الأرباح التقديرية

السعر التقديري للمنشور الإعلاني الواحد: من $1.6K إلى $7.8K، بناءً على نحو 5 إلى 25 دولارًا لكل 1000 متابع. هذا تقدير مبني على حجم الجمهور وليس دخلًا مُعلنًا.

آخر تحديث:

حساب تيك توك

أحدث الفيديوهات

Dua pendaki ilegal Gunung Semeru, Yanuar (19) dan Dwi (25), warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan setelah terdampar selama tiga hari dua malam di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Keduanya diketahui masuk melalui jalur ilegal di Limpak, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, pada Senin malam (24/8/2026). Berdasarkan pemeriksaan polisi, kedua pemuda tersebut mengetahui jalur ilegal menuju Gunung Semeru dari media sosial TikTok. "Yang bersangkutan mengaku tahu jalur itu dari TikTok," ucap Kapolsek Poncokusumo AKP Teguh Iman Sugiarto.  Yanuar dan Dwi kemudian mendaki tanpa pakai jasa pemandu. Mereka mengandalkan GPX atau file data GPS yang berisi rekaman jalur, titik koordinat, dan rute pendakian. Yanuar mengatakan, setelah mencapai Puncak Limpak sekitar pukul 06.00 WIB, mereka bertemu warga lokal yang sedang mencari tanaman obat. Dari warga tersebut, mereka mendapat informasi bahwa jalur dari lokasi itu dapat menuju Kalimati. Awalnya, keduanya berniat melakukan perjalanan tektok pada Selasa (25/8/2026) dini hari dan kembali pada malam harinya. Karena hanya berniat tektok, mereka membawa perbekalan terbatas dan tidak membawa tenda maupun sleeping bag. Namun rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Yanuar dan Dwi justru terdampar di punggungan bukit yang mengarah ke Kalimati selama tiga hari dua malam hingga akhirnya perbekalan mereka habis. Karena kehabisan logistik, keduanya kemudian turun menuju Ranu Kumbolo dengan harapan dapat bertemu petugas atau pendaki lain yang bisa membantu. Pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, keduanya ditemukan petugas Balai Besar TNBTS di Ranu Kumbolo. Saat ditemukan, keduanya dalam kondisi kelelahan dan kehabisan perbekalan. Terkait kebakaran, Yanuar dan Dwi membantah menjadi penyebab karhutla. Mereka mengaku tidak membuat api selama terdampar dan menyebut jika memasak, mereka menggunakan kompor. Yanuar juga mengatakan Blok Ranu Kembang, yang disebut sebagai titik awal kebakaran, bukan merupakan jalur yang mereka lewati menuju Kalimati. Sumber : kompascom
▶
▶ 15.8K ❤ 0 💬 0

Dua pendaki ilegal Gunung Semeru, Yanuar (19) dan Dwi (25), warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan setelah terdampar selama tiga hari dua malam di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Keduanya diketahui masuk melalui jalur ilegal di Limpak, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, pada Senin malam (24/8/2026). Berdasarkan pemeriksaan polisi, kedua pemuda tersebut mengetahui jalur ilegal menuju Gunung Semeru dari media sosial TikTok. "Yang bersangkutan mengaku tahu jalur itu dari TikTok," ucap Kapolsek Poncokusumo AKP Teguh Iman Sugiarto. Yanuar dan Dwi kemudian mendaki tanpa pakai jasa pemandu. Mereka mengandalkan GPX atau file data GPS yang berisi rekaman jalur, titik koordinat, dan rute pendakian. Yanuar mengatakan, setelah mencapai Puncak Limpak sekitar pukul 06.00 WIB, mereka bertemu warga lokal yang sedang mencari tanaman obat. Dari warga tersebut, mereka mendapat informasi bahwa jalur dari lokasi itu dapat menuju Kalimati. Awalnya, keduanya berniat melakukan perjalanan tektok pada Selasa (25/8/2026) dini hari dan kembali pada malam harinya. Karena hanya berniat tektok, mereka membawa perbekalan terbatas dan tidak membawa tenda maupun sleeping bag. Namun rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Yanuar dan Dwi justru terdampar di punggungan bukit yang mengarah ke Kalimati selama tiga hari dua malam hingga akhirnya perbekalan mereka habis. Karena kehabisan logistik, keduanya kemudian turun menuju Ranu Kumbolo dengan harapan dapat bertemu petugas atau pendaki lain yang bisa membantu. Pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, keduanya ditemukan petugas Balai Besar TNBTS di Ranu Kumbolo. Saat ditemukan, keduanya dalam kondisi kelelahan dan kehabisan perbekalan. Terkait kebakaran, Yanuar dan Dwi membantah menjadi penyebab karhutla. Mereka mengaku tidak membuat api selama terdampar dan menyebut jika memasak, mereka menggunakan kompor. Yanuar juga mengatakan Blok Ranu Kembang, yang disebut sebagai titik awal kebakaran, bukan merupakan jalur yang mereka lewati menuju Kalimati. Sumber : kompascom

tips melipat kaos, #mountnesia #fyp #pendaki #pendakiindonesia #pendakigunung
▶
▶ 1.7M ❤ 62.3K 💬 0

tips melipat kaos, #mountnesia #fyp #pendaki #pendakiindonesia #pendakigunung

serem lurr gunung Ciremai 😱 #gunungciremai #macan #slametramadhan #macantutul
▶
▶ 2.8M ❤ 0 💬 0

serem lurr gunung Ciremai 😱 #gunungciremai #macan #slametramadhan #macantutul

الأسئلة الشائعة

كم عدد متابعي MountNesia؟

حتى 2026-10-12، لدى MountNesia (@mountnesia) 314.5K متابع على تيك توك.

صناع محتوى مشابهون

أفضل صناع محتوى تيك توك #pendaki في إندونيسيا

عرض الكل →