Pelayanan jasa trekking🏃♂️ OUTING 🏝️ FAMILYGATHERING👩❤️👨 PRIVATE TRIP 🏕️
- Followers
- 658.7K
- Likes
- 4.9M
- Views
- 3.1K
- Engage
- 7.7%
@mountnesia
Pendaki Gunung Indonesia | MountNesia IG, Twitter, FB : @MountNesia
MountNesia is a TikTok creator in Indonesia with 314.5K followers and 11.9M likes. Their videos average 454.9K views, an engagement rate of 6.5%. Most-used hashtags: #pendaki, #pendakigunung and #pendakiindonesia.
https://collshp.com/mountnesiagearEstimated rate per sponsored post: $1.6K to $7.8K, based on roughly $5 to $25 per 1,000 followers. This is an estimate from audience size, not reported income.
Last updated:
Dua pendaki ilegal Gunung Semeru, Yanuar (19) dan Dwi (25), warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan setelah terdampar selama tiga hari dua malam di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Keduanya diketahui masuk melalui jalur ilegal di Limpak, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, pada Senin malam (24/8/2026). Berdasarkan pemeriksaan polisi, kedua pemuda tersebut mengetahui jalur ilegal menuju Gunung Semeru dari media sosial TikTok. "Yang bersangkutan mengaku tahu jalur itu dari TikTok," ucap Kapolsek Poncokusumo AKP Teguh Iman Sugiarto. Yanuar dan Dwi kemudian mendaki tanpa pakai jasa pemandu. Mereka mengandalkan GPX atau file data GPS yang berisi rekaman jalur, titik koordinat, dan rute pendakian. Yanuar mengatakan, setelah mencapai Puncak Limpak sekitar pukul 06.00 WIB, mereka bertemu warga lokal yang sedang mencari tanaman obat. Dari warga tersebut, mereka mendapat informasi bahwa jalur dari lokasi itu dapat menuju Kalimati. Awalnya, keduanya berniat melakukan perjalanan tektok pada Selasa (25/8/2026) dini hari dan kembali pada malam harinya. Karena hanya berniat tektok, mereka membawa perbekalan terbatas dan tidak membawa tenda maupun sleeping bag. Namun rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Yanuar dan Dwi justru terdampar di punggungan bukit yang mengarah ke Kalimati selama tiga hari dua malam hingga akhirnya perbekalan mereka habis. Karena kehabisan logistik, keduanya kemudian turun menuju Ranu Kumbolo dengan harapan dapat bertemu petugas atau pendaki lain yang bisa membantu. Pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, keduanya ditemukan petugas Balai Besar TNBTS di Ranu Kumbolo. Saat ditemukan, keduanya dalam kondisi kelelahan dan kehabisan perbekalan. Terkait kebakaran, Yanuar dan Dwi membantah menjadi penyebab karhutla. Mereka mengaku tidak membuat api selama terdampar dan menyebut jika memasak, mereka menggunakan kompor. Yanuar juga mengatakan Blok Ranu Kembang, yang disebut sebagai titik awal kebakaran, bukan merupakan jalur yang mereka lewati menuju Kalimati. Sumber : kompascom
tips melipat kaos, #mountnesia #fyp #pendaki #pendakiindonesia #pendakigunung
serem lurr gunung Ciremai 😱 #gunungciremai #macan #slametramadhan #macantutul
MountNesia (@mountnesia) has 314.5K TikTok followers as of 2026-10-12.
Pelayanan jasa trekking🏃♂️ OUTING 🏝️ FAMILYGATHERING👩❤️👨 PRIVATE TRIP 🏕️
Hiburan saja 🤍
Pandeglang-Jakarta
Badung, Bali, Indonesia🌷
Business inquiries? DM 👆🏽
Bag Specialist Made In Indonesia
Pemesanan lewat Wa 08II2000637I
Rekomendasi Gear Outdoor Worth It tapi kualitas oke Riview by @Mamang Asep
MountNesia (@mountnesia) TikTok: 314.5K seguidores hoy
MountNesia (@mountnesia) — estadísticas de TikTok: 314.5K seguidores, 11.9M me gusta, 454.9K reproducciones promedio, 6.5% de interacción.
@mountnesia
Pendaki Gunung Indonesia | MountNesia IG, Twitter, FB : @MountNesia
MountNesia es creador de contenido en TikTok, con 314.5K seguidores y 11.9M me gusta. Sus videos promedian 454.9K reproducciones, con una tasa de interacción de 6.5%. Hashtags más usados: #pendaki, #pendakigunung y #pendakiindonesia.
https://collshp.com/mountnesiagearTarifa estimada por publicación patrocinada: de $1.6K a $7.8K, calculada con unos 5 a 25 USD por cada 1.000 seguidores. Es una estimación según el tamaño de la audiencia, no ingresos declarados.
Última actualización:
Dua pendaki ilegal Gunung Semeru, Yanuar (19) dan Dwi (25), warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan setelah terdampar selama tiga hari dua malam di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Keduanya diketahui masuk melalui jalur ilegal di Limpak, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, pada Senin malam (24/8/2026). Berdasarkan pemeriksaan polisi, kedua pemuda tersebut mengetahui jalur ilegal menuju Gunung Semeru dari media sosial TikTok. "Yang bersangkutan mengaku tahu jalur itu dari TikTok," ucap Kapolsek Poncokusumo AKP Teguh Iman Sugiarto. Yanuar dan Dwi kemudian mendaki tanpa pakai jasa pemandu. Mereka mengandalkan GPX atau file data GPS yang berisi rekaman jalur, titik koordinat, dan rute pendakian. Yanuar mengatakan, setelah mencapai Puncak Limpak sekitar pukul 06.00 WIB, mereka bertemu warga lokal yang sedang mencari tanaman obat. Dari warga tersebut, mereka mendapat informasi bahwa jalur dari lokasi itu dapat menuju Kalimati. Awalnya, keduanya berniat melakukan perjalanan tektok pada Selasa (25/8/2026) dini hari dan kembali pada malam harinya. Karena hanya berniat tektok, mereka membawa perbekalan terbatas dan tidak membawa tenda maupun sleeping bag. Namun rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Yanuar dan Dwi justru terdampar di punggungan bukit yang mengarah ke Kalimati selama tiga hari dua malam hingga akhirnya perbekalan mereka habis. Karena kehabisan logistik, keduanya kemudian turun menuju Ranu Kumbolo dengan harapan dapat bertemu petugas atau pendaki lain yang bisa membantu. Pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, keduanya ditemukan petugas Balai Besar TNBTS di Ranu Kumbolo. Saat ditemukan, keduanya dalam kondisi kelelahan dan kehabisan perbekalan. Terkait kebakaran, Yanuar dan Dwi membantah menjadi penyebab karhutla. Mereka mengaku tidak membuat api selama terdampar dan menyebut jika memasak, mereka menggunakan kompor. Yanuar juga mengatakan Blok Ranu Kembang, yang disebut sebagai titik awal kebakaran, bukan merupakan jalur yang mereka lewati menuju Kalimati. Sumber : kompascom
tips melipat kaos, #mountnesia #fyp #pendaki #pendakiindonesia #pendakigunung
serem lurr gunung Ciremai 😱 #gunungciremai #macan #slametramadhan #macantutul
A 2026-10-12, MountNesia (@mountnesia) tiene 314.5K seguidores en TikTok.
MountNesia (@mountnesia) TikTok: 314.5K seguidores hoje
MountNesia (@mountnesia) — estatísticas do TikTok: 314.5K seguidores, 11.9M curtidas, 454.9K visualizações médias, 6.5% de engajamento.
@mountnesia
Pendaki Gunung Indonesia | MountNesia IG, Twitter, FB : @MountNesia
MountNesia é criador de conteúdo no TikTok, com 314.5K seguidores e 11.9M curtidas. Os vídeos têm em média 454.9K visualizações, com taxa de engajamento de 6.5%. Hashtags mais usadas: #pendaki, #pendakigunung e #pendakiindonesia.
https://collshp.com/mountnesiagearValor estimado por post patrocinado: $1.6K a $7.8K, com base em cerca de US$ 5 a US$ 25 por 1.000 seguidores. É uma estimativa pelo tamanho da audiência, não uma renda declarada.
Última atualização:
Dua pendaki ilegal Gunung Semeru, Yanuar (19) dan Dwi (25), warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan setelah terdampar selama tiga hari dua malam di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Keduanya diketahui masuk melalui jalur ilegal di Limpak, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, pada Senin malam (24/8/2026). Berdasarkan pemeriksaan polisi, kedua pemuda tersebut mengetahui jalur ilegal menuju Gunung Semeru dari media sosial TikTok. "Yang bersangkutan mengaku tahu jalur itu dari TikTok," ucap Kapolsek Poncokusumo AKP Teguh Iman Sugiarto. Yanuar dan Dwi kemudian mendaki tanpa pakai jasa pemandu. Mereka mengandalkan GPX atau file data GPS yang berisi rekaman jalur, titik koordinat, dan rute pendakian. Yanuar mengatakan, setelah mencapai Puncak Limpak sekitar pukul 06.00 WIB, mereka bertemu warga lokal yang sedang mencari tanaman obat. Dari warga tersebut, mereka mendapat informasi bahwa jalur dari lokasi itu dapat menuju Kalimati. Awalnya, keduanya berniat melakukan perjalanan tektok pada Selasa (25/8/2026) dini hari dan kembali pada malam harinya. Karena hanya berniat tektok, mereka membawa perbekalan terbatas dan tidak membawa tenda maupun sleeping bag. Namun rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Yanuar dan Dwi justru terdampar di punggungan bukit yang mengarah ke Kalimati selama tiga hari dua malam hingga akhirnya perbekalan mereka habis. Karena kehabisan logistik, keduanya kemudian turun menuju Ranu Kumbolo dengan harapan dapat bertemu petugas atau pendaki lain yang bisa membantu. Pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, keduanya ditemukan petugas Balai Besar TNBTS di Ranu Kumbolo. Saat ditemukan, keduanya dalam kondisi kelelahan dan kehabisan perbekalan. Terkait kebakaran, Yanuar dan Dwi membantah menjadi penyebab karhutla. Mereka mengaku tidak membuat api selama terdampar dan menyebut jika memasak, mereka menggunakan kompor. Yanuar juga mengatakan Blok Ranu Kembang, yang disebut sebagai titik awal kebakaran, bukan merupakan jalur yang mereka lewati menuju Kalimati. Sumber : kompascom
tips melipat kaos, #mountnesia #fyp #pendaki #pendakiindonesia #pendakigunung
serem lurr gunung Ciremai 😱 #gunungciremai #macan #slametramadhan #macantutul
Em 2026-10-12, MountNesia (@mountnesia) tem 314.5K seguidores no TikTok.
MountNesia (@mountnesia) TikTok: 314.5K abonnés aujourd'hui
MountNesia (@mountnesia) — statistiques TikTok: 314.5K abonnés, 11.9M j'aime, 454.9K vues moyennes, 6.5% d'engagement.
@mountnesia
Pendaki Gunung Indonesia | MountNesia IG, Twitter, FB : @MountNesia
MountNesia est un créateur TikTok, avec 314.5K abonnés et 11.9M j'aime. Ses vidéos cumulent en moyenne 454.9K vues, pour un taux d'engagement de 6.5%. Hashtags les plus utilisés: #pendaki, #pendakigunung et #pendakiindonesia.
https://collshp.com/mountnesiagearTarif estimé par publication sponsorisée: de $1.6K à $7.8K, sur la base d'environ 5 à 25 $ pour 1 000 abonnés. C'est une estimation à partir de la taille de l'audience, pas un revenu déclaré.
Dernière mise à jour:
Dua pendaki ilegal Gunung Semeru, Yanuar (19) dan Dwi (25), warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan setelah terdampar selama tiga hari dua malam di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Keduanya diketahui masuk melalui jalur ilegal di Limpak, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, pada Senin malam (24/8/2026). Berdasarkan pemeriksaan polisi, kedua pemuda tersebut mengetahui jalur ilegal menuju Gunung Semeru dari media sosial TikTok. "Yang bersangkutan mengaku tahu jalur itu dari TikTok," ucap Kapolsek Poncokusumo AKP Teguh Iman Sugiarto. Yanuar dan Dwi kemudian mendaki tanpa pakai jasa pemandu. Mereka mengandalkan GPX atau file data GPS yang berisi rekaman jalur, titik koordinat, dan rute pendakian. Yanuar mengatakan, setelah mencapai Puncak Limpak sekitar pukul 06.00 WIB, mereka bertemu warga lokal yang sedang mencari tanaman obat. Dari warga tersebut, mereka mendapat informasi bahwa jalur dari lokasi itu dapat menuju Kalimati. Awalnya, keduanya berniat melakukan perjalanan tektok pada Selasa (25/8/2026) dini hari dan kembali pada malam harinya. Karena hanya berniat tektok, mereka membawa perbekalan terbatas dan tidak membawa tenda maupun sleeping bag. Namun rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Yanuar dan Dwi justru terdampar di punggungan bukit yang mengarah ke Kalimati selama tiga hari dua malam hingga akhirnya perbekalan mereka habis. Karena kehabisan logistik, keduanya kemudian turun menuju Ranu Kumbolo dengan harapan dapat bertemu petugas atau pendaki lain yang bisa membantu. Pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, keduanya ditemukan petugas Balai Besar TNBTS di Ranu Kumbolo. Saat ditemukan, keduanya dalam kondisi kelelahan dan kehabisan perbekalan. Terkait kebakaran, Yanuar dan Dwi membantah menjadi penyebab karhutla. Mereka mengaku tidak membuat api selama terdampar dan menyebut jika memasak, mereka menggunakan kompor. Yanuar juga mengatakan Blok Ranu Kembang, yang disebut sebagai titik awal kebakaran, bukan merupakan jalur yang mereka lewati menuju Kalimati. Sumber : kompascom
tips melipat kaos, #mountnesia #fyp #pendaki #pendakiindonesia #pendakigunung
serem lurr gunung Ciremai 😱 #gunungciremai #macan #slametramadhan #macantutul
Au 2026-10-12, MountNesia (@mountnesia) compte 314.5K abonnés sur TikTok.
MountNesia (@mountnesia) TikTok: 314.5K Follower heute
MountNesia (@mountnesia) — TikTok-Statistiken: 314.5K Follower, 11.9M Likes, 454.9K Aufrufe im Schnitt, 6.5% Engagement.
@mountnesia
Pendaki Gunung Indonesia | MountNesia IG, Twitter, FB : @MountNesia
MountNesia ist TikTok-Creator mit 314.5K Follower und 11.9M Likes. Die Videos erreichen im Schnitt 454.9K Aufrufe, bei einer Engagement-Rate von 6.5%. Meistgenutzte Hashtags: #pendaki, #pendakigunung und #pendakiindonesia.
https://collshp.com/mountnesiagearGeschätzter Preis pro gesponserten Beitrag: $1.6K bis $7.8K, ausgehend von etwa 5 bis 25 US-Dollar pro 1.000 Follower. Das ist eine Schätzung nach Reichweite, kein gemeldetes Einkommen.
Zuletzt aktualisiert:
Dua pendaki ilegal Gunung Semeru, Yanuar (19) dan Dwi (25), warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan setelah terdampar selama tiga hari dua malam di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Keduanya diketahui masuk melalui jalur ilegal di Limpak, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, pada Senin malam (24/8/2026). Berdasarkan pemeriksaan polisi, kedua pemuda tersebut mengetahui jalur ilegal menuju Gunung Semeru dari media sosial TikTok. "Yang bersangkutan mengaku tahu jalur itu dari TikTok," ucap Kapolsek Poncokusumo AKP Teguh Iman Sugiarto. Yanuar dan Dwi kemudian mendaki tanpa pakai jasa pemandu. Mereka mengandalkan GPX atau file data GPS yang berisi rekaman jalur, titik koordinat, dan rute pendakian. Yanuar mengatakan, setelah mencapai Puncak Limpak sekitar pukul 06.00 WIB, mereka bertemu warga lokal yang sedang mencari tanaman obat. Dari warga tersebut, mereka mendapat informasi bahwa jalur dari lokasi itu dapat menuju Kalimati. Awalnya, keduanya berniat melakukan perjalanan tektok pada Selasa (25/8/2026) dini hari dan kembali pada malam harinya. Karena hanya berniat tektok, mereka membawa perbekalan terbatas dan tidak membawa tenda maupun sleeping bag. Namun rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Yanuar dan Dwi justru terdampar di punggungan bukit yang mengarah ke Kalimati selama tiga hari dua malam hingga akhirnya perbekalan mereka habis. Karena kehabisan logistik, keduanya kemudian turun menuju Ranu Kumbolo dengan harapan dapat bertemu petugas atau pendaki lain yang bisa membantu. Pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, keduanya ditemukan petugas Balai Besar TNBTS di Ranu Kumbolo. Saat ditemukan, keduanya dalam kondisi kelelahan dan kehabisan perbekalan. Terkait kebakaran, Yanuar dan Dwi membantah menjadi penyebab karhutla. Mereka mengaku tidak membuat api selama terdampar dan menyebut jika memasak, mereka menggunakan kompor. Yanuar juga mengatakan Blok Ranu Kembang, yang disebut sebagai titik awal kebakaran, bukan merupakan jalur yang mereka lewati menuju Kalimati. Sumber : kompascom
tips melipat kaos, #mountnesia #fyp #pendaki #pendakiindonesia #pendakigunung
serem lurr gunung Ciremai 😱 #gunungciremai #macan #slametramadhan #macantutul
Am 2026-10-12 hat MountNesia (@mountnesia) 314.5K TikTok-Follower.
MountNesia (@mountnesia) TikTok: 314.5K follower oggi
MountNesia (@mountnesia) — statistiche TikTok: 314.5K follower, 11.9M like, 454.9K visualizzazioni medie, 6.5% di engagement.
@mountnesia
Pendaki Gunung Indonesia | MountNesia IG, Twitter, FB : @MountNesia
MountNesia è un creator di TikTok con 314.5K follower e 11.9M like. I suoi video fanno in media 454.9K visualizzazioni, con un tasso di engagement del 6.5%. Hashtag più usati: #pendaki, #pendakigunung e #pendakiindonesia.
https://collshp.com/mountnesiagearTariffa stimata per post sponsorizzato: da $1.6K a $7.8K, calcolata su circa 5-25 dollari ogni 1.000 follower. È una stima basata sulla dimensione del pubblico, non un reddito dichiarato.
Ultimo aggiornamento:
Dua pendaki ilegal Gunung Semeru, Yanuar (19) dan Dwi (25), warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan setelah terdampar selama tiga hari dua malam di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Keduanya diketahui masuk melalui jalur ilegal di Limpak, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, pada Senin malam (24/8/2026). Berdasarkan pemeriksaan polisi, kedua pemuda tersebut mengetahui jalur ilegal menuju Gunung Semeru dari media sosial TikTok. "Yang bersangkutan mengaku tahu jalur itu dari TikTok," ucap Kapolsek Poncokusumo AKP Teguh Iman Sugiarto. Yanuar dan Dwi kemudian mendaki tanpa pakai jasa pemandu. Mereka mengandalkan GPX atau file data GPS yang berisi rekaman jalur, titik koordinat, dan rute pendakian. Yanuar mengatakan, setelah mencapai Puncak Limpak sekitar pukul 06.00 WIB, mereka bertemu warga lokal yang sedang mencari tanaman obat. Dari warga tersebut, mereka mendapat informasi bahwa jalur dari lokasi itu dapat menuju Kalimati. Awalnya, keduanya berniat melakukan perjalanan tektok pada Selasa (25/8/2026) dini hari dan kembali pada malam harinya. Karena hanya berniat tektok, mereka membawa perbekalan terbatas dan tidak membawa tenda maupun sleeping bag. Namun rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Yanuar dan Dwi justru terdampar di punggungan bukit yang mengarah ke Kalimati selama tiga hari dua malam hingga akhirnya perbekalan mereka habis. Karena kehabisan logistik, keduanya kemudian turun menuju Ranu Kumbolo dengan harapan dapat bertemu petugas atau pendaki lain yang bisa membantu. Pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, keduanya ditemukan petugas Balai Besar TNBTS di Ranu Kumbolo. Saat ditemukan, keduanya dalam kondisi kelelahan dan kehabisan perbekalan. Terkait kebakaran, Yanuar dan Dwi membantah menjadi penyebab karhutla. Mereka mengaku tidak membuat api selama terdampar dan menyebut jika memasak, mereka menggunakan kompor. Yanuar juga mengatakan Blok Ranu Kembang, yang disebut sebagai titik awal kebakaran, bukan merupakan jalur yang mereka lewati menuju Kalimati. Sumber : kompascom
tips melipat kaos, #mountnesia #fyp #pendaki #pendakiindonesia #pendakigunung
serem lurr gunung Ciremai 😱 #gunungciremai #macan #slametramadhan #macantutul
Al 2026-10-12, MountNesia (@mountnesia) ha 314.5K follower su TikTok.
MountNesia (@mountnesia) TikTok: 314.5K volgers vandaag
MountNesia (@mountnesia) — TikTok-statistieken: 314.5K volgers, 11.9M likes, 454.9K gemiddelde weergaven, 6.5% engagement.
@mountnesia
Pendaki Gunung Indonesia | MountNesia IG, Twitter, FB : @MountNesia
MountNesia is een TikTok-creator met 314.5K volgers en 11.9M likes. De video's halen gemiddeld 454.9K weergaven, met een engagementpercentage van 6.5%. Meestgebruikte hashtags: #pendaki, #pendakigunung en #pendakiindonesia.
https://collshp.com/mountnesiagearGeschat tarief per gesponsorde post: $1.6K tot $7.8K, uitgaand van ongeveer 5 tot 25 dollar per 1.000 volgers. Dit is een schatting op basis van bereik, geen gemeld inkomen.
Laatst bijgewerkt:
Dua pendaki ilegal Gunung Semeru, Yanuar (19) dan Dwi (25), warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan setelah terdampar selama tiga hari dua malam di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Keduanya diketahui masuk melalui jalur ilegal di Limpak, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, pada Senin malam (24/8/2026). Berdasarkan pemeriksaan polisi, kedua pemuda tersebut mengetahui jalur ilegal menuju Gunung Semeru dari media sosial TikTok. "Yang bersangkutan mengaku tahu jalur itu dari TikTok," ucap Kapolsek Poncokusumo AKP Teguh Iman Sugiarto. Yanuar dan Dwi kemudian mendaki tanpa pakai jasa pemandu. Mereka mengandalkan GPX atau file data GPS yang berisi rekaman jalur, titik koordinat, dan rute pendakian. Yanuar mengatakan, setelah mencapai Puncak Limpak sekitar pukul 06.00 WIB, mereka bertemu warga lokal yang sedang mencari tanaman obat. Dari warga tersebut, mereka mendapat informasi bahwa jalur dari lokasi itu dapat menuju Kalimati. Awalnya, keduanya berniat melakukan perjalanan tektok pada Selasa (25/8/2026) dini hari dan kembali pada malam harinya. Karena hanya berniat tektok, mereka membawa perbekalan terbatas dan tidak membawa tenda maupun sleeping bag. Namun rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Yanuar dan Dwi justru terdampar di punggungan bukit yang mengarah ke Kalimati selama tiga hari dua malam hingga akhirnya perbekalan mereka habis. Karena kehabisan logistik, keduanya kemudian turun menuju Ranu Kumbolo dengan harapan dapat bertemu petugas atau pendaki lain yang bisa membantu. Pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, keduanya ditemukan petugas Balai Besar TNBTS di Ranu Kumbolo. Saat ditemukan, keduanya dalam kondisi kelelahan dan kehabisan perbekalan. Terkait kebakaran, Yanuar dan Dwi membantah menjadi penyebab karhutla. Mereka mengaku tidak membuat api selama terdampar dan menyebut jika memasak, mereka menggunakan kompor. Yanuar juga mengatakan Blok Ranu Kembang, yang disebut sebagai titik awal kebakaran, bukan merupakan jalur yang mereka lewati menuju Kalimati. Sumber : kompascom
tips melipat kaos, #mountnesia #fyp #pendaki #pendakiindonesia #pendakigunung
serem lurr gunung Ciremai 😱 #gunungciremai #macan #slametramadhan #macantutul
Op 2026-10-12 heeft MountNesia (@mountnesia) 314.5K TikTok-volgers.
MountNesia (@mountnesia) TikTok: 314.5K obserwujących dziś
MountNesia (@mountnesia) — statystyki TikToka: 314.5K obserwujących, 11.9M polubień, 454.9K wyświetleń średnio, 6.5% zaangażowania.
@mountnesia
Pendaki Gunung Indonesia | MountNesia IG, Twitter, FB : @MountNesia
MountNesia to twórca na TikToku: 314.5K obserwujących, 11.9M polubień. Filmy mają średnio 454.9K wyświetleń, a wskaźnik zaangażowania wynosi 6.5%. Najczęściej używane hashtagi: #pendaki, #pendakigunung i #pendakiindonesia.
https://collshp.com/mountnesiagearSzacowana stawka za post sponsorowany: od $1.6K do $7.8K, przy założeniu około 5–25 USD za 1000 obserwujących. To szacunek na podstawie wielkości widowni, a nie zgłoszony dochód.
Ostatnia aktualizacja:
Dua pendaki ilegal Gunung Semeru, Yanuar (19) dan Dwi (25), warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan setelah terdampar selama tiga hari dua malam di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Keduanya diketahui masuk melalui jalur ilegal di Limpak, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, pada Senin malam (24/8/2026). Berdasarkan pemeriksaan polisi, kedua pemuda tersebut mengetahui jalur ilegal menuju Gunung Semeru dari media sosial TikTok. "Yang bersangkutan mengaku tahu jalur itu dari TikTok," ucap Kapolsek Poncokusumo AKP Teguh Iman Sugiarto. Yanuar dan Dwi kemudian mendaki tanpa pakai jasa pemandu. Mereka mengandalkan GPX atau file data GPS yang berisi rekaman jalur, titik koordinat, dan rute pendakian. Yanuar mengatakan, setelah mencapai Puncak Limpak sekitar pukul 06.00 WIB, mereka bertemu warga lokal yang sedang mencari tanaman obat. Dari warga tersebut, mereka mendapat informasi bahwa jalur dari lokasi itu dapat menuju Kalimati. Awalnya, keduanya berniat melakukan perjalanan tektok pada Selasa (25/8/2026) dini hari dan kembali pada malam harinya. Karena hanya berniat tektok, mereka membawa perbekalan terbatas dan tidak membawa tenda maupun sleeping bag. Namun rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Yanuar dan Dwi justru terdampar di punggungan bukit yang mengarah ke Kalimati selama tiga hari dua malam hingga akhirnya perbekalan mereka habis. Karena kehabisan logistik, keduanya kemudian turun menuju Ranu Kumbolo dengan harapan dapat bertemu petugas atau pendaki lain yang bisa membantu. Pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, keduanya ditemukan petugas Balai Besar TNBTS di Ranu Kumbolo. Saat ditemukan, keduanya dalam kondisi kelelahan dan kehabisan perbekalan. Terkait kebakaran, Yanuar dan Dwi membantah menjadi penyebab karhutla. Mereka mengaku tidak membuat api selama terdampar dan menyebut jika memasak, mereka menggunakan kompor. Yanuar juga mengatakan Blok Ranu Kembang, yang disebut sebagai titik awal kebakaran, bukan merupakan jalur yang mereka lewati menuju Kalimati. Sumber : kompascom
tips melipat kaos, #mountnesia #fyp #pendaki #pendakiindonesia #pendakigunung
serem lurr gunung Ciremai 😱 #gunungciremai #macan #slametramadhan #macantutul
Według stanu na 2026-10-12 MountNesia (@mountnesia) ma 314.5K obserwujących na TikToku.
MountNesia (@mountnesia) TikTok: 314.5K подписчиков сегодня
MountNesia (@mountnesia) — статистика TikTok: 314.5K подписчиков, 11.9M лайков, 454.9K просмотров в среднем, вовлечённость 6.5%.
@mountnesia
Pendaki Gunung Indonesia | MountNesia IG, Twitter, FB : @MountNesia
MountNesia — автор в TikTok: 314.5K подписчиков, 11.9M лайков. В среднем видео набирает 454.9K просмотров, вовлечённость — 6.5%. Самые частые хештеги: #pendaki, #pendakigunung и #pendakiindonesia.
https://collshp.com/mountnesiagearОценочная цена рекламной публикации: от $1.6K до $7.8K, исходя из примерно 5–25 долларов за 1000 подписчиков. Это оценка по размеру аудитории, а не заявленный доход.
Обновлено:
Dua pendaki ilegal Gunung Semeru, Yanuar (19) dan Dwi (25), warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan setelah terdampar selama tiga hari dua malam di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Keduanya diketahui masuk melalui jalur ilegal di Limpak, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, pada Senin malam (24/8/2026). Berdasarkan pemeriksaan polisi, kedua pemuda tersebut mengetahui jalur ilegal menuju Gunung Semeru dari media sosial TikTok. "Yang bersangkutan mengaku tahu jalur itu dari TikTok," ucap Kapolsek Poncokusumo AKP Teguh Iman Sugiarto. Yanuar dan Dwi kemudian mendaki tanpa pakai jasa pemandu. Mereka mengandalkan GPX atau file data GPS yang berisi rekaman jalur, titik koordinat, dan rute pendakian. Yanuar mengatakan, setelah mencapai Puncak Limpak sekitar pukul 06.00 WIB, mereka bertemu warga lokal yang sedang mencari tanaman obat. Dari warga tersebut, mereka mendapat informasi bahwa jalur dari lokasi itu dapat menuju Kalimati. Awalnya, keduanya berniat melakukan perjalanan tektok pada Selasa (25/8/2026) dini hari dan kembali pada malam harinya. Karena hanya berniat tektok, mereka membawa perbekalan terbatas dan tidak membawa tenda maupun sleeping bag. Namun rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Yanuar dan Dwi justru terdampar di punggungan bukit yang mengarah ke Kalimati selama tiga hari dua malam hingga akhirnya perbekalan mereka habis. Karena kehabisan logistik, keduanya kemudian turun menuju Ranu Kumbolo dengan harapan dapat bertemu petugas atau pendaki lain yang bisa membantu. Pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, keduanya ditemukan petugas Balai Besar TNBTS di Ranu Kumbolo. Saat ditemukan, keduanya dalam kondisi kelelahan dan kehabisan perbekalan. Terkait kebakaran, Yanuar dan Dwi membantah menjadi penyebab karhutla. Mereka mengaku tidak membuat api selama terdampar dan menyebut jika memasak, mereka menggunakan kompor. Yanuar juga mengatakan Blok Ranu Kembang, yang disebut sebagai titik awal kebakaran, bukan merupakan jalur yang mereka lewati menuju Kalimati. Sumber : kompascom
tips melipat kaos, #mountnesia #fyp #pendaki #pendakiindonesia #pendakigunung
serem lurr gunung Ciremai 😱 #gunungciremai #macan #slametramadhan #macantutul
На 2026-10-12 у MountNesia (@mountnesia) 314.5K подписчиков в TikTok.
MountNesia (@mountnesia) TikTok: 314.5K підписників сьогодні
MountNesia (@mountnesia) — статистика TikTok: 314.5K підписників, 11.9M вподобань, 454.9K переглядів у середньому, залученість 6.5%.
@mountnesia
Pendaki Gunung Indonesia | MountNesia IG, Twitter, FB : @MountNesia
MountNesia — автор у TikTok: 314.5K підписників, 11.9M вподобань. У середньому відео набирає 454.9K переглядів, залученість — 6.5%. Найчастіші хештеги: #pendaki, #pendakigunung і #pendakiindonesia.
https://collshp.com/mountnesiagearОрієнтовна ціна рекламної публікації: від $1.6K до $7.8K, виходячи з приблизно 5–25 доларів за 1000 підписників. Це оцінка за розміром аудиторії, а не заявлений дохід.
Оновлено:
Dua pendaki ilegal Gunung Semeru, Yanuar (19) dan Dwi (25), warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan setelah terdampar selama tiga hari dua malam di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Keduanya diketahui masuk melalui jalur ilegal di Limpak, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, pada Senin malam (24/8/2026). Berdasarkan pemeriksaan polisi, kedua pemuda tersebut mengetahui jalur ilegal menuju Gunung Semeru dari media sosial TikTok. "Yang bersangkutan mengaku tahu jalur itu dari TikTok," ucap Kapolsek Poncokusumo AKP Teguh Iman Sugiarto. Yanuar dan Dwi kemudian mendaki tanpa pakai jasa pemandu. Mereka mengandalkan GPX atau file data GPS yang berisi rekaman jalur, titik koordinat, dan rute pendakian. Yanuar mengatakan, setelah mencapai Puncak Limpak sekitar pukul 06.00 WIB, mereka bertemu warga lokal yang sedang mencari tanaman obat. Dari warga tersebut, mereka mendapat informasi bahwa jalur dari lokasi itu dapat menuju Kalimati. Awalnya, keduanya berniat melakukan perjalanan tektok pada Selasa (25/8/2026) dini hari dan kembali pada malam harinya. Karena hanya berniat tektok, mereka membawa perbekalan terbatas dan tidak membawa tenda maupun sleeping bag. Namun rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Yanuar dan Dwi justru terdampar di punggungan bukit yang mengarah ke Kalimati selama tiga hari dua malam hingga akhirnya perbekalan mereka habis. Karena kehabisan logistik, keduanya kemudian turun menuju Ranu Kumbolo dengan harapan dapat bertemu petugas atau pendaki lain yang bisa membantu. Pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, keduanya ditemukan petugas Balai Besar TNBTS di Ranu Kumbolo. Saat ditemukan, keduanya dalam kondisi kelelahan dan kehabisan perbekalan. Terkait kebakaran, Yanuar dan Dwi membantah menjadi penyebab karhutla. Mereka mengaku tidak membuat api selama terdampar dan menyebut jika memasak, mereka menggunakan kompor. Yanuar juga mengatakan Blok Ranu Kembang, yang disebut sebagai titik awal kebakaran, bukan merupakan jalur yang mereka lewati menuju Kalimati. Sumber : kompascom
tips melipat kaos, #mountnesia #fyp #pendaki #pendakiindonesia #pendakigunung
serem lurr gunung Ciremai 😱 #gunungciremai #macan #slametramadhan #macantutul
Станом на 2026-10-12 у MountNesia (@mountnesia) 314.5K підписників у TikTok.
MountNesia (@mountnesia) TikTok: 314.5K takipçi bugün
MountNesia (@mountnesia) — TikTok istatistikleri: 314.5K takipçi, 11.9M beğeni, 454.9K ortalama izlenme, 6.5% etkileşim.
@mountnesia
Pendaki Gunung Indonesia | MountNesia IG, Twitter, FB : @MountNesia
MountNesia, bir TikTok içerik üreticisi: 314.5K takipçi, 11.9M beğeni. Videoları ortalama 454.9K izlenme alıyor; etkileşim oranı 6.5%. En çok kullanılan etiketler: #pendaki, #pendakigunung ve #pendakiindonesia.
https://collshp.com/mountnesiagearSponsorlu gönderi başına tahmini ücret: $1.6K ile $7.8K arası; 1.000 takipçi başına yaklaşık 5–25 dolar esas alınmıştır. Bu, kitle büyüklüğüne dayalı bir tahmindir, beyan edilmiş gelir değildir.
Son güncelleme:
Dua pendaki ilegal Gunung Semeru, Yanuar (19) dan Dwi (25), warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan setelah terdampar selama tiga hari dua malam di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Keduanya diketahui masuk melalui jalur ilegal di Limpak, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, pada Senin malam (24/8/2026). Berdasarkan pemeriksaan polisi, kedua pemuda tersebut mengetahui jalur ilegal menuju Gunung Semeru dari media sosial TikTok. "Yang bersangkutan mengaku tahu jalur itu dari TikTok," ucap Kapolsek Poncokusumo AKP Teguh Iman Sugiarto. Yanuar dan Dwi kemudian mendaki tanpa pakai jasa pemandu. Mereka mengandalkan GPX atau file data GPS yang berisi rekaman jalur, titik koordinat, dan rute pendakian. Yanuar mengatakan, setelah mencapai Puncak Limpak sekitar pukul 06.00 WIB, mereka bertemu warga lokal yang sedang mencari tanaman obat. Dari warga tersebut, mereka mendapat informasi bahwa jalur dari lokasi itu dapat menuju Kalimati. Awalnya, keduanya berniat melakukan perjalanan tektok pada Selasa (25/8/2026) dini hari dan kembali pada malam harinya. Karena hanya berniat tektok, mereka membawa perbekalan terbatas dan tidak membawa tenda maupun sleeping bag. Namun rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Yanuar dan Dwi justru terdampar di punggungan bukit yang mengarah ke Kalimati selama tiga hari dua malam hingga akhirnya perbekalan mereka habis. Karena kehabisan logistik, keduanya kemudian turun menuju Ranu Kumbolo dengan harapan dapat bertemu petugas atau pendaki lain yang bisa membantu. Pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, keduanya ditemukan petugas Balai Besar TNBTS di Ranu Kumbolo. Saat ditemukan, keduanya dalam kondisi kelelahan dan kehabisan perbekalan. Terkait kebakaran, Yanuar dan Dwi membantah menjadi penyebab karhutla. Mereka mengaku tidak membuat api selama terdampar dan menyebut jika memasak, mereka menggunakan kompor. Yanuar juga mengatakan Blok Ranu Kembang, yang disebut sebagai titik awal kebakaran, bukan merupakan jalur yang mereka lewati menuju Kalimati. Sumber : kompascom
tips melipat kaos, #mountnesia #fyp #pendaki #pendakiindonesia #pendakigunung
serem lurr gunung Ciremai 😱 #gunungciremai #macan #slametramadhan #macantutul
2026-10-12 itibarıyla MountNesia (@mountnesia) hesabının TikTok'ta 314.5K takipçisi var.
MountNesia (@mountnesia) – إحصاءات تيك توك: 314.5K متابع اليوم
MountNesia (@mountnesia) — إحصاءات تيك توك: 314.5K متابع، 11.9M إعجاب، 454.9K مشاهدة في المتوسط، معدل تفاعل 6.5%.
@mountnesia
Pendaki Gunung Indonesia | MountNesia IG, Twitter, FB : @MountNesia
MountNesia صانع محتوى على تيك توك، لديه 314.5K متابع و11.9M إعجاب. يحصد كل فيديو في المتوسط 454.9K مشاهدة، بمعدل تفاعل 6.5%. أكثر الوسوم استخدامًا: #pendaki، #pendakigunung و#pendakiindonesia.
https://collshp.com/mountnesiagearالسعر التقديري للمنشور الإعلاني الواحد: من $1.6K إلى $7.8K، بناءً على نحو 5 إلى 25 دولارًا لكل 1000 متابع. هذا تقدير مبني على حجم الجمهور وليس دخلًا مُعلنًا.
آخر تحديث:
Dua pendaki ilegal Gunung Semeru, Yanuar (19) dan Dwi (25), warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan setelah terdampar selama tiga hari dua malam di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Keduanya diketahui masuk melalui jalur ilegal di Limpak, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, pada Senin malam (24/8/2026). Berdasarkan pemeriksaan polisi, kedua pemuda tersebut mengetahui jalur ilegal menuju Gunung Semeru dari media sosial TikTok. "Yang bersangkutan mengaku tahu jalur itu dari TikTok," ucap Kapolsek Poncokusumo AKP Teguh Iman Sugiarto. Yanuar dan Dwi kemudian mendaki tanpa pakai jasa pemandu. Mereka mengandalkan GPX atau file data GPS yang berisi rekaman jalur, titik koordinat, dan rute pendakian. Yanuar mengatakan, setelah mencapai Puncak Limpak sekitar pukul 06.00 WIB, mereka bertemu warga lokal yang sedang mencari tanaman obat. Dari warga tersebut, mereka mendapat informasi bahwa jalur dari lokasi itu dapat menuju Kalimati. Awalnya, keduanya berniat melakukan perjalanan tektok pada Selasa (25/8/2026) dini hari dan kembali pada malam harinya. Karena hanya berniat tektok, mereka membawa perbekalan terbatas dan tidak membawa tenda maupun sleeping bag. Namun rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Yanuar dan Dwi justru terdampar di punggungan bukit yang mengarah ke Kalimati selama tiga hari dua malam hingga akhirnya perbekalan mereka habis. Karena kehabisan logistik, keduanya kemudian turun menuju Ranu Kumbolo dengan harapan dapat bertemu petugas atau pendaki lain yang bisa membantu. Pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, keduanya ditemukan petugas Balai Besar TNBTS di Ranu Kumbolo. Saat ditemukan, keduanya dalam kondisi kelelahan dan kehabisan perbekalan. Terkait kebakaran, Yanuar dan Dwi membantah menjadi penyebab karhutla. Mereka mengaku tidak membuat api selama terdampar dan menyebut jika memasak, mereka menggunakan kompor. Yanuar juga mengatakan Blok Ranu Kembang, yang disebut sebagai titik awal kebakaran, bukan merupakan jalur yang mereka lewati menuju Kalimati. Sumber : kompascom
tips melipat kaos, #mountnesia #fyp #pendaki #pendakiindonesia #pendakigunung
serem lurr gunung Ciremai 😱 #gunungciremai #macan #slametramadhan #macantutul
حتى 2026-10-12، لدى MountNesia (@mountnesia) 314.5K متابع على تيك توك.
MountNesia (@mountnesia) TikTok: 314.5K فالوورز آج
MountNesia (@mountnesia) — ٹک ٹاک کے اعداد و شمار: 314.5K فالوورز، 11.9M لائکس، 454.9K اوسط ویوز، انگیجمنٹ 6.5%۔
@mountnesia
Pendaki Gunung Indonesia | MountNesia IG, Twitter, FB : @MountNesia
MountNesia ٹک ٹاک کریئیٹر ہیں، 314.5K فالوورز اور 11.9M لائکس کے ساتھ۔ ان کی ویڈیوز کو اوسطاً 454.9K ویوز ملتے ہیں، انگیجمنٹ ریٹ 6.5% ہے۔ سب سے زیادہ استعمال ہونے والے ہیش ٹیگز: #pendaki، #pendakigunung اور #pendakiindonesia۔
https://collshp.com/mountnesiagearفی اسپانسرڈ پوسٹ اندازہ شدہ ریٹ: $1.6K سے $7.8K، تقریباً 5 سے 25 ڈالر فی 1,000 فالوورز کی بنیاد پر۔ یہ آڈیئنس کے حجم سے لگایا گیا اندازہ ہے، بتائی گئی آمدنی نہیں۔
آخری اپ ڈیٹ:
Dua pendaki ilegal Gunung Semeru, Yanuar (19) dan Dwi (25), warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan setelah terdampar selama tiga hari dua malam di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Keduanya diketahui masuk melalui jalur ilegal di Limpak, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, pada Senin malam (24/8/2026). Berdasarkan pemeriksaan polisi, kedua pemuda tersebut mengetahui jalur ilegal menuju Gunung Semeru dari media sosial TikTok. "Yang bersangkutan mengaku tahu jalur itu dari TikTok," ucap Kapolsek Poncokusumo AKP Teguh Iman Sugiarto. Yanuar dan Dwi kemudian mendaki tanpa pakai jasa pemandu. Mereka mengandalkan GPX atau file data GPS yang berisi rekaman jalur, titik koordinat, dan rute pendakian. Yanuar mengatakan, setelah mencapai Puncak Limpak sekitar pukul 06.00 WIB, mereka bertemu warga lokal yang sedang mencari tanaman obat. Dari warga tersebut, mereka mendapat informasi bahwa jalur dari lokasi itu dapat menuju Kalimati. Awalnya, keduanya berniat melakukan perjalanan tektok pada Selasa (25/8/2026) dini hari dan kembali pada malam harinya. Karena hanya berniat tektok, mereka membawa perbekalan terbatas dan tidak membawa tenda maupun sleeping bag. Namun rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Yanuar dan Dwi justru terdampar di punggungan bukit yang mengarah ke Kalimati selama tiga hari dua malam hingga akhirnya perbekalan mereka habis. Karena kehabisan logistik, keduanya kemudian turun menuju Ranu Kumbolo dengan harapan dapat bertemu petugas atau pendaki lain yang bisa membantu. Pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, keduanya ditemukan petugas Balai Besar TNBTS di Ranu Kumbolo. Saat ditemukan, keduanya dalam kondisi kelelahan dan kehabisan perbekalan. Terkait kebakaran, Yanuar dan Dwi membantah menjadi penyebab karhutla. Mereka mengaku tidak membuat api selama terdampar dan menyebut jika memasak, mereka menggunakan kompor. Yanuar juga mengatakan Blok Ranu Kembang, yang disebut sebagai titik awal kebakaran, bukan merupakan jalur yang mereka lewati menuju Kalimati. Sumber : kompascom
tips melipat kaos, #mountnesia #fyp #pendaki #pendakiindonesia #pendakigunung
serem lurr gunung Ciremai 😱 #gunungciremai #macan #slametramadhan #macantutul
2026-10-12 تک MountNesia (@mountnesia) کے ٹک ٹاک پر 314.5K فالوورز ہیں۔
MountNesia (@mountnesia) – टिकटॉक आँकड़े: 314.5K फॉलोअर्स आज
MountNesia (@mountnesia) — टिकटॉक आँकड़े: 314.5K फॉलोअर्स, 11.9M लाइक्स, 454.9K औसत व्यूज़, 6.5% एंगेजमेंट।
@mountnesia
Pendaki Gunung Indonesia | MountNesia IG, Twitter, FB : @MountNesia
MountNesia टिकटॉक क्रिएटर हैं, जिनके 314.5K फॉलोअर्स और 11.9M लाइक्स हैं। उनके वीडियो पर औसतन 454.9K व्यूज़ आते हैं और एंगेजमेंट रेट 6.5% है। सबसे ज़्यादा इस्तेमाल होने वाले हैशटैग: #pendaki, #pendakigunung और #pendakiindonesia।
https://collshp.com/mountnesiagearप्रति स्पॉन्सर्ड पोस्ट अनुमानित दर: $1.6K से $7.8K, हर 1,000 फॉलोअर्स पर लगभग 5 से 25 डॉलर के आधार पर। यह दर्शकों की संख्या पर आधारित अनुमान है, घोषित आय नहीं।
आख़िरी अपडेट:
Dua pendaki ilegal Gunung Semeru, Yanuar (19) dan Dwi (25), warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan setelah terdampar selama tiga hari dua malam di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Keduanya diketahui masuk melalui jalur ilegal di Limpak, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, pada Senin malam (24/8/2026). Berdasarkan pemeriksaan polisi, kedua pemuda tersebut mengetahui jalur ilegal menuju Gunung Semeru dari media sosial TikTok. "Yang bersangkutan mengaku tahu jalur itu dari TikTok," ucap Kapolsek Poncokusumo AKP Teguh Iman Sugiarto. Yanuar dan Dwi kemudian mendaki tanpa pakai jasa pemandu. Mereka mengandalkan GPX atau file data GPS yang berisi rekaman jalur, titik koordinat, dan rute pendakian. Yanuar mengatakan, setelah mencapai Puncak Limpak sekitar pukul 06.00 WIB, mereka bertemu warga lokal yang sedang mencari tanaman obat. Dari warga tersebut, mereka mendapat informasi bahwa jalur dari lokasi itu dapat menuju Kalimati. Awalnya, keduanya berniat melakukan perjalanan tektok pada Selasa (25/8/2026) dini hari dan kembali pada malam harinya. Karena hanya berniat tektok, mereka membawa perbekalan terbatas dan tidak membawa tenda maupun sleeping bag. Namun rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Yanuar dan Dwi justru terdampar di punggungan bukit yang mengarah ke Kalimati selama tiga hari dua malam hingga akhirnya perbekalan mereka habis. Karena kehabisan logistik, keduanya kemudian turun menuju Ranu Kumbolo dengan harapan dapat bertemu petugas atau pendaki lain yang bisa membantu. Pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, keduanya ditemukan petugas Balai Besar TNBTS di Ranu Kumbolo. Saat ditemukan, keduanya dalam kondisi kelelahan dan kehabisan perbekalan. Terkait kebakaran, Yanuar dan Dwi membantah menjadi penyebab karhutla. Mereka mengaku tidak membuat api selama terdampar dan menyebut jika memasak, mereka menggunakan kompor. Yanuar juga mengatakan Blok Ranu Kembang, yang disebut sebagai titik awal kebakaran, bukan merupakan jalur yang mereka lewati menuju Kalimati. Sumber : kompascom
tips melipat kaos, #mountnesia #fyp #pendaki #pendakiindonesia #pendakigunung
serem lurr gunung Ciremai 😱 #gunungciremai #macan #slametramadhan #macantutul
2026-10-12 तक MountNesia (@mountnesia) के TikTok पर 314.5K फॉलोअर्स हैं।
MountNesia (@mountnesia) – টিকটক পরিসংখ্যান: 314.5K ফলোয়ার আজ
MountNesia (@mountnesia) — টিকটক পরিসংখ্যান: 314.5K ফলোয়ার, 11.9M লাইক, 454.9K গড় ভিউ, 6.5% এনগেজমেন্ট।
@mountnesia
Pendaki Gunung Indonesia | MountNesia IG, Twitter, FB : @MountNesia
MountNesia একজন টিকটক ক্রিয়েটর, যাঁর 314.5K ফলোয়ার এবং 11.9M লাইক। তাঁর ভিডিওগুলো গড়ে 454.9K বার দেখা হয়, এনগেজমেন্ট রেট 6.5%। সবচেয়ে বেশি ব্যবহৃত হ্যাশট্যাগ: #pendaki, #pendakigunung ও #pendakiindonesia।
https://collshp.com/mountnesiagearপ্রতি স্পনসরড পোস্টের আনুমানিক রেট: $1.6K থেকে $7.8K, প্রতি ১,০০০ ফলোয়ারে প্রায় ৫ থেকে ২৫ ডলারের ভিত্তিতে। এটি দর্শকসংখ্যার ভিত্তিতে অনুমান, ঘোষিত আয় নয়।
সর্বশেষ আপডেট:
Dua pendaki ilegal Gunung Semeru, Yanuar (19) dan Dwi (25), warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan setelah terdampar selama tiga hari dua malam di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Keduanya diketahui masuk melalui jalur ilegal di Limpak, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, pada Senin malam (24/8/2026). Berdasarkan pemeriksaan polisi, kedua pemuda tersebut mengetahui jalur ilegal menuju Gunung Semeru dari media sosial TikTok. "Yang bersangkutan mengaku tahu jalur itu dari TikTok," ucap Kapolsek Poncokusumo AKP Teguh Iman Sugiarto. Yanuar dan Dwi kemudian mendaki tanpa pakai jasa pemandu. Mereka mengandalkan GPX atau file data GPS yang berisi rekaman jalur, titik koordinat, dan rute pendakian. Yanuar mengatakan, setelah mencapai Puncak Limpak sekitar pukul 06.00 WIB, mereka bertemu warga lokal yang sedang mencari tanaman obat. Dari warga tersebut, mereka mendapat informasi bahwa jalur dari lokasi itu dapat menuju Kalimati. Awalnya, keduanya berniat melakukan perjalanan tektok pada Selasa (25/8/2026) dini hari dan kembali pada malam harinya. Karena hanya berniat tektok, mereka membawa perbekalan terbatas dan tidak membawa tenda maupun sleeping bag. Namun rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Yanuar dan Dwi justru terdampar di punggungan bukit yang mengarah ke Kalimati selama tiga hari dua malam hingga akhirnya perbekalan mereka habis. Karena kehabisan logistik, keduanya kemudian turun menuju Ranu Kumbolo dengan harapan dapat bertemu petugas atau pendaki lain yang bisa membantu. Pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, keduanya ditemukan petugas Balai Besar TNBTS di Ranu Kumbolo. Saat ditemukan, keduanya dalam kondisi kelelahan dan kehabisan perbekalan. Terkait kebakaran, Yanuar dan Dwi membantah menjadi penyebab karhutla. Mereka mengaku tidak membuat api selama terdampar dan menyebut jika memasak, mereka menggunakan kompor. Yanuar juga mengatakan Blok Ranu Kembang, yang disebut sebagai titik awal kebakaran, bukan merupakan jalur yang mereka lewati menuju Kalimati. Sumber : kompascom
tips melipat kaos, #mountnesia #fyp #pendaki #pendakiindonesia #pendakigunung
serem lurr gunung Ciremai 😱 #gunungciremai #macan #slametramadhan #macantutul
2026-10-12 পর্যন্ত MountNesia (@mountnesia)-এর TikTok-এ 314.5K ফলোয়ার আছে।
MountNesia (@mountnesia) – टिकटक तथ्याङ्क: 314.5K फलोअर आज
MountNesia (@mountnesia) — टिकटक तथ्याङ्क: 314.5K फलोअर, 11.9M लाइक, 454.9K औसत भ्यु, 6.5% इन्गेजमेन्ट।
@mountnesia
Pendaki Gunung Indonesia | MountNesia IG, Twitter, FB : @MountNesia
MountNesia टिकटक क्रिएटर हुन्, जसका 314.5K फलोअर र 11.9M लाइक छन्। उनका भिडियोले औसतमा 454.9K भ्यु पाउँछन्, इन्गेजमेन्ट दर 6.5% छ। सबैभन्दा धेरै प्रयोग हुने ह्यासट्याग: #pendaki, #pendakigunung र #pendakiindonesia।
https://collshp.com/mountnesiagearप्रति स्पोन्सर्ड पोस्ट अनुमानित दर: $1.6K देखि $7.8K, प्रति १,००० फलोअर करिब ५ देखि २५ डलरको आधारमा। यो दर्शकको आकारमा आधारित अनुमान हो, घोषित आम्दानी होइन।
अन्तिम अपडेट:
Dua pendaki ilegal Gunung Semeru, Yanuar (19) dan Dwi (25), warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan setelah terdampar selama tiga hari dua malam di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Keduanya diketahui masuk melalui jalur ilegal di Limpak, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, pada Senin malam (24/8/2026). Berdasarkan pemeriksaan polisi, kedua pemuda tersebut mengetahui jalur ilegal menuju Gunung Semeru dari media sosial TikTok. "Yang bersangkutan mengaku tahu jalur itu dari TikTok," ucap Kapolsek Poncokusumo AKP Teguh Iman Sugiarto. Yanuar dan Dwi kemudian mendaki tanpa pakai jasa pemandu. Mereka mengandalkan GPX atau file data GPS yang berisi rekaman jalur, titik koordinat, dan rute pendakian. Yanuar mengatakan, setelah mencapai Puncak Limpak sekitar pukul 06.00 WIB, mereka bertemu warga lokal yang sedang mencari tanaman obat. Dari warga tersebut, mereka mendapat informasi bahwa jalur dari lokasi itu dapat menuju Kalimati. Awalnya, keduanya berniat melakukan perjalanan tektok pada Selasa (25/8/2026) dini hari dan kembali pada malam harinya. Karena hanya berniat tektok, mereka membawa perbekalan terbatas dan tidak membawa tenda maupun sleeping bag. Namun rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Yanuar dan Dwi justru terdampar di punggungan bukit yang mengarah ke Kalimati selama tiga hari dua malam hingga akhirnya perbekalan mereka habis. Karena kehabisan logistik, keduanya kemudian turun menuju Ranu Kumbolo dengan harapan dapat bertemu petugas atau pendaki lain yang bisa membantu. Pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, keduanya ditemukan petugas Balai Besar TNBTS di Ranu Kumbolo. Saat ditemukan, keduanya dalam kondisi kelelahan dan kehabisan perbekalan. Terkait kebakaran, Yanuar dan Dwi membantah menjadi penyebab karhutla. Mereka mengaku tidak membuat api selama terdampar dan menyebut jika memasak, mereka menggunakan kompor. Yanuar juga mengatakan Blok Ranu Kembang, yang disebut sebagai titik awal kebakaran, bukan merupakan jalur yang mereka lewati menuju Kalimati. Sumber : kompascom
tips melipat kaos, #mountnesia #fyp #pendaki #pendakiindonesia #pendakigunung
serem lurr gunung Ciremai 😱 #gunungciremai #macan #slametramadhan #macantutul
2026-10-12 सम्म MountNesia (@mountnesia) का TikTok मा 314.5K फलोअर छन्।
MountNesia (@mountnesia) TikTok: 314.5K pengikut hari ini
MountNesia (@mountnesia) — statistik TikTok: 314.5K pengikut, 11.9M like, 454.9K rata-rata penayangan, engagement 6.5%.
@mountnesia
Pendaki Gunung Indonesia | MountNesia IG, Twitter, FB : @MountNesia
MountNesia adalah kreator TikTok di Indonesia dengan 314.5K pengikut dan 11.9M like. Videonya rata-rata ditonton 454.9K kali, dengan tingkat engagement 6.5%. Hashtag yang paling sering dipakai: #pendaki, #pendakigunung dan #pendakiindonesia.
https://collshp.com/mountnesiagearPerkiraan tarif per postingan berbayar: $1.6K hingga $7.8K, dengan asumsi sekitar 5 sampai 25 dolar per 1.000 pengikut. Ini hanya perkiraan dari ukuran audiens, bukan penghasilan yang dilaporkan.
Terakhir diperbarui:
Dua pendaki ilegal Gunung Semeru, Yanuar (19) dan Dwi (25), warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan setelah terdampar selama tiga hari dua malam di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Keduanya diketahui masuk melalui jalur ilegal di Limpak, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, pada Senin malam (24/8/2026). Berdasarkan pemeriksaan polisi, kedua pemuda tersebut mengetahui jalur ilegal menuju Gunung Semeru dari media sosial TikTok. "Yang bersangkutan mengaku tahu jalur itu dari TikTok," ucap Kapolsek Poncokusumo AKP Teguh Iman Sugiarto. Yanuar dan Dwi kemudian mendaki tanpa pakai jasa pemandu. Mereka mengandalkan GPX atau file data GPS yang berisi rekaman jalur, titik koordinat, dan rute pendakian. Yanuar mengatakan, setelah mencapai Puncak Limpak sekitar pukul 06.00 WIB, mereka bertemu warga lokal yang sedang mencari tanaman obat. Dari warga tersebut, mereka mendapat informasi bahwa jalur dari lokasi itu dapat menuju Kalimati. Awalnya, keduanya berniat melakukan perjalanan tektok pada Selasa (25/8/2026) dini hari dan kembali pada malam harinya. Karena hanya berniat tektok, mereka membawa perbekalan terbatas dan tidak membawa tenda maupun sleeping bag. Namun rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Yanuar dan Dwi justru terdampar di punggungan bukit yang mengarah ke Kalimati selama tiga hari dua malam hingga akhirnya perbekalan mereka habis. Karena kehabisan logistik, keduanya kemudian turun menuju Ranu Kumbolo dengan harapan dapat bertemu petugas atau pendaki lain yang bisa membantu. Pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, keduanya ditemukan petugas Balai Besar TNBTS di Ranu Kumbolo. Saat ditemukan, keduanya dalam kondisi kelelahan dan kehabisan perbekalan. Terkait kebakaran, Yanuar dan Dwi membantah menjadi penyebab karhutla. Mereka mengaku tidak membuat api selama terdampar dan menyebut jika memasak, mereka menggunakan kompor. Yanuar juga mengatakan Blok Ranu Kembang, yang disebut sebagai titik awal kebakaran, bukan merupakan jalur yang mereka lewati menuju Kalimati. Sumber : kompascom
tips melipat kaos, #mountnesia #fyp #pendaki #pendakiindonesia #pendakigunung
serem lurr gunung Ciremai 😱 #gunungciremai #macan #slametramadhan #macantutul
Per 2026-10-12, MountNesia (@mountnesia) memiliki 314.5K pengikut TikTok.
MountNesia (@mountnesia) TikTok: 314.5K pengikut hari ini
MountNesia (@mountnesia) — statistik TikTok: 314.5K pengikut, 11.9M suka, 454.9K purata tontonan, penglibatan 6.5%.
@mountnesia
Pendaki Gunung Indonesia | MountNesia IG, Twitter, FB : @MountNesia
MountNesia ialah pencipta kandungan TikTok dengan 314.5K pengikut dan 11.9M suka. Videonya mendapat purata 454.9K tontonan, dengan kadar penglibatan 6.5%. Hashtag paling kerap digunakan: #pendaki, #pendakigunung dan #pendakiindonesia.
https://collshp.com/mountnesiagearAnggaran kadar bagi setiap hantaran penajaan: $1.6K hingga $7.8K, berdasarkan kira-kira 5 hingga 25 dolar bagi setiap 1,000 pengikut. Ini anggaran berdasarkan saiz audiens, bukan pendapatan yang dilaporkan.
Kemas kini terakhir:
Dua pendaki ilegal Gunung Semeru, Yanuar (19) dan Dwi (25), warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan setelah terdampar selama tiga hari dua malam di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Keduanya diketahui masuk melalui jalur ilegal di Limpak, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, pada Senin malam (24/8/2026). Berdasarkan pemeriksaan polisi, kedua pemuda tersebut mengetahui jalur ilegal menuju Gunung Semeru dari media sosial TikTok. "Yang bersangkutan mengaku tahu jalur itu dari TikTok," ucap Kapolsek Poncokusumo AKP Teguh Iman Sugiarto. Yanuar dan Dwi kemudian mendaki tanpa pakai jasa pemandu. Mereka mengandalkan GPX atau file data GPS yang berisi rekaman jalur, titik koordinat, dan rute pendakian. Yanuar mengatakan, setelah mencapai Puncak Limpak sekitar pukul 06.00 WIB, mereka bertemu warga lokal yang sedang mencari tanaman obat. Dari warga tersebut, mereka mendapat informasi bahwa jalur dari lokasi itu dapat menuju Kalimati. Awalnya, keduanya berniat melakukan perjalanan tektok pada Selasa (25/8/2026) dini hari dan kembali pada malam harinya. Karena hanya berniat tektok, mereka membawa perbekalan terbatas dan tidak membawa tenda maupun sleeping bag. Namun rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Yanuar dan Dwi justru terdampar di punggungan bukit yang mengarah ke Kalimati selama tiga hari dua malam hingga akhirnya perbekalan mereka habis. Karena kehabisan logistik, keduanya kemudian turun menuju Ranu Kumbolo dengan harapan dapat bertemu petugas atau pendaki lain yang bisa membantu. Pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, keduanya ditemukan petugas Balai Besar TNBTS di Ranu Kumbolo. Saat ditemukan, keduanya dalam kondisi kelelahan dan kehabisan perbekalan. Terkait kebakaran, Yanuar dan Dwi membantah menjadi penyebab karhutla. Mereka mengaku tidak membuat api selama terdampar dan menyebut jika memasak, mereka menggunakan kompor. Yanuar juga mengatakan Blok Ranu Kembang, yang disebut sebagai titik awal kebakaran, bukan merupakan jalur yang mereka lewati menuju Kalimati. Sumber : kompascom
tips melipat kaos, #mountnesia #fyp #pendaki #pendakiindonesia #pendakigunung
serem lurr gunung Ciremai 😱 #gunungciremai #macan #slametramadhan #macantutul
Setakat 2026-10-12, MountNesia (@mountnesia) mempunyai 314.5K pengikut TikTok.
MountNesia (@mountnesia) – TikTok stats: 314.5K followers ngayon
MountNesia (@mountnesia) — TikTok stats: 314.5K followers, 11.9M likes, 454.9K average views, 6.5% engagement.
@mountnesia
Pendaki Gunung Indonesia | MountNesia IG, Twitter, FB : @MountNesia
Si MountNesia ay isang TikTok creator na may 314.5K followers at 11.9M likes. Umaabot sa average na 454.9K views ang mga video niya, na may engagement rate na 6.5%. Pinakamadalas na hashtag: #pendaki, #pendakigunung at #pendakiindonesia.
https://collshp.com/mountnesiagearTinatayang bayad kada sponsored post: $1.6K hanggang $7.8K, batay sa humigit-kumulang $5 hanggang $25 kada 1,000 followers. Tantiya ito mula sa laki ng audience, hindi iniulat na kita.
Huling na-update:
Dua pendaki ilegal Gunung Semeru, Yanuar (19) dan Dwi (25), warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan setelah terdampar selama tiga hari dua malam di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Keduanya diketahui masuk melalui jalur ilegal di Limpak, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, pada Senin malam (24/8/2026). Berdasarkan pemeriksaan polisi, kedua pemuda tersebut mengetahui jalur ilegal menuju Gunung Semeru dari media sosial TikTok. "Yang bersangkutan mengaku tahu jalur itu dari TikTok," ucap Kapolsek Poncokusumo AKP Teguh Iman Sugiarto. Yanuar dan Dwi kemudian mendaki tanpa pakai jasa pemandu. Mereka mengandalkan GPX atau file data GPS yang berisi rekaman jalur, titik koordinat, dan rute pendakian. Yanuar mengatakan, setelah mencapai Puncak Limpak sekitar pukul 06.00 WIB, mereka bertemu warga lokal yang sedang mencari tanaman obat. Dari warga tersebut, mereka mendapat informasi bahwa jalur dari lokasi itu dapat menuju Kalimati. Awalnya, keduanya berniat melakukan perjalanan tektok pada Selasa (25/8/2026) dini hari dan kembali pada malam harinya. Karena hanya berniat tektok, mereka membawa perbekalan terbatas dan tidak membawa tenda maupun sleeping bag. Namun rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Yanuar dan Dwi justru terdampar di punggungan bukit yang mengarah ke Kalimati selama tiga hari dua malam hingga akhirnya perbekalan mereka habis. Karena kehabisan logistik, keduanya kemudian turun menuju Ranu Kumbolo dengan harapan dapat bertemu petugas atau pendaki lain yang bisa membantu. Pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, keduanya ditemukan petugas Balai Besar TNBTS di Ranu Kumbolo. Saat ditemukan, keduanya dalam kondisi kelelahan dan kehabisan perbekalan. Terkait kebakaran, Yanuar dan Dwi membantah menjadi penyebab karhutla. Mereka mengaku tidak membuat api selama terdampar dan menyebut jika memasak, mereka menggunakan kompor. Yanuar juga mengatakan Blok Ranu Kembang, yang disebut sebagai titik awal kebakaran, bukan merupakan jalur yang mereka lewati menuju Kalimati. Sumber : kompascom
tips melipat kaos, #mountnesia #fyp #pendaki #pendakiindonesia #pendakigunung
serem lurr gunung Ciremai 😱 #gunungciremai #macan #slametramadhan #macantutul
Hanggang 2026-10-12, may 314.5K TikTok followers si MountNesia (@mountnesia).
MountNesia (@mountnesia) TikTok: 314.5K người theo dõi hôm nay
MountNesia (@mountnesia) — số liệu TikTok: 314.5K người theo dõi, 11.9M lượt thích, 454.9K lượt xem trung bình, tỷ lệ tương tác 6.5%.
@mountnesia
Pendaki Gunung Indonesia | MountNesia IG, Twitter, FB : @MountNesia
MountNesia là nhà sáng tạo TikTok với 314.5K người theo dõi và 11.9M lượt thích. Mỗi video có trung bình 454.9K lượt xem, tỷ lệ tương tác 6.5%. Hashtag dùng nhiều nhất: #pendaki, #pendakigunung và #pendakiindonesia.
https://collshp.com/mountnesiagearGiá ước tính cho mỗi bài quảng cáo: $1.6K đến $7.8K, tính theo khoảng 5 đến 25 USD cho mỗi 1.000 người theo dõi. Đây là ước tính dựa trên quy mô khán giả, không phải thu nhập đã công bố.
Cập nhật lần cuối:
Dua pendaki ilegal Gunung Semeru, Yanuar (19) dan Dwi (25), warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan setelah terdampar selama tiga hari dua malam di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Keduanya diketahui masuk melalui jalur ilegal di Limpak, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, pada Senin malam (24/8/2026). Berdasarkan pemeriksaan polisi, kedua pemuda tersebut mengetahui jalur ilegal menuju Gunung Semeru dari media sosial TikTok. "Yang bersangkutan mengaku tahu jalur itu dari TikTok," ucap Kapolsek Poncokusumo AKP Teguh Iman Sugiarto. Yanuar dan Dwi kemudian mendaki tanpa pakai jasa pemandu. Mereka mengandalkan GPX atau file data GPS yang berisi rekaman jalur, titik koordinat, dan rute pendakian. Yanuar mengatakan, setelah mencapai Puncak Limpak sekitar pukul 06.00 WIB, mereka bertemu warga lokal yang sedang mencari tanaman obat. Dari warga tersebut, mereka mendapat informasi bahwa jalur dari lokasi itu dapat menuju Kalimati. Awalnya, keduanya berniat melakukan perjalanan tektok pada Selasa (25/8/2026) dini hari dan kembali pada malam harinya. Karena hanya berniat tektok, mereka membawa perbekalan terbatas dan tidak membawa tenda maupun sleeping bag. Namun rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Yanuar dan Dwi justru terdampar di punggungan bukit yang mengarah ke Kalimati selama tiga hari dua malam hingga akhirnya perbekalan mereka habis. Karena kehabisan logistik, keduanya kemudian turun menuju Ranu Kumbolo dengan harapan dapat bertemu petugas atau pendaki lain yang bisa membantu. Pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, keduanya ditemukan petugas Balai Besar TNBTS di Ranu Kumbolo. Saat ditemukan, keduanya dalam kondisi kelelahan dan kehabisan perbekalan. Terkait kebakaran, Yanuar dan Dwi membantah menjadi penyebab karhutla. Mereka mengaku tidak membuat api selama terdampar dan menyebut jika memasak, mereka menggunakan kompor. Yanuar juga mengatakan Blok Ranu Kembang, yang disebut sebagai titik awal kebakaran, bukan merupakan jalur yang mereka lewati menuju Kalimati. Sumber : kompascom
tips melipat kaos, #mountnesia #fyp #pendaki #pendakiindonesia #pendakigunung
serem lurr gunung Ciremai 😱 #gunungciremai #macan #slametramadhan #macantutul
Tính đến 2026-10-12, MountNesia (@mountnesia) có 314.5K người theo dõi trên TikTok.
MountNesia (@mountnesia) – สถิติ TikTok: ผู้ติดตาม 314.5K วันนี้
MountNesia (@mountnesia) — สถิติ TikTok: ผู้ติดตาม 314.5K ยอดไลก์ 11.9M ยอดวิวเฉลี่ย 454.9K อัตราการมีส่วนร่วม 6.5%
@mountnesia
Pendaki Gunung Indonesia | MountNesia IG, Twitter, FB : @MountNesia
MountNesia เป็นครีเอเตอร์ TikTok มีผู้ติดตาม 314.5K และยอดไลก์ 11.9M วิดีโอมียอดวิวเฉลี่ย 454.9K ครั้ง อัตราการมีส่วนร่วม 6.5% แฮชแท็กที่ใช้บ่อยที่สุด: #pendaki #pendakigunung และ #pendakiindonesia
https://collshp.com/mountnesiagearค่าโพสต์สปอนเซอร์โดยประมาณ: $1.6K ถึง $7.8K คำนวณจากราว 5–25 ดอลลาร์ต่อผู้ติดตาม 1,000 คน เป็นเพียงการประมาณจากขนาดผู้ชม ไม่ใช่รายได้ที่รายงานจริง
อัปเดตล่าสุด:
Dua pendaki ilegal Gunung Semeru, Yanuar (19) dan Dwi (25), warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan setelah terdampar selama tiga hari dua malam di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Keduanya diketahui masuk melalui jalur ilegal di Limpak, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, pada Senin malam (24/8/2026). Berdasarkan pemeriksaan polisi, kedua pemuda tersebut mengetahui jalur ilegal menuju Gunung Semeru dari media sosial TikTok. "Yang bersangkutan mengaku tahu jalur itu dari TikTok," ucap Kapolsek Poncokusumo AKP Teguh Iman Sugiarto. Yanuar dan Dwi kemudian mendaki tanpa pakai jasa pemandu. Mereka mengandalkan GPX atau file data GPS yang berisi rekaman jalur, titik koordinat, dan rute pendakian. Yanuar mengatakan, setelah mencapai Puncak Limpak sekitar pukul 06.00 WIB, mereka bertemu warga lokal yang sedang mencari tanaman obat. Dari warga tersebut, mereka mendapat informasi bahwa jalur dari lokasi itu dapat menuju Kalimati. Awalnya, keduanya berniat melakukan perjalanan tektok pada Selasa (25/8/2026) dini hari dan kembali pada malam harinya. Karena hanya berniat tektok, mereka membawa perbekalan terbatas dan tidak membawa tenda maupun sleeping bag. Namun rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Yanuar dan Dwi justru terdampar di punggungan bukit yang mengarah ke Kalimati selama tiga hari dua malam hingga akhirnya perbekalan mereka habis. Karena kehabisan logistik, keduanya kemudian turun menuju Ranu Kumbolo dengan harapan dapat bertemu petugas atau pendaki lain yang bisa membantu. Pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, keduanya ditemukan petugas Balai Besar TNBTS di Ranu Kumbolo. Saat ditemukan, keduanya dalam kondisi kelelahan dan kehabisan perbekalan. Terkait kebakaran, Yanuar dan Dwi membantah menjadi penyebab karhutla. Mereka mengaku tidak membuat api selama terdampar dan menyebut jika memasak, mereka menggunakan kompor. Yanuar juga mengatakan Blok Ranu Kembang, yang disebut sebagai titik awal kebakaran, bukan merupakan jalur yang mereka lewati menuju Kalimati. Sumber : kompascom
tips melipat kaos, #mountnesia #fyp #pendaki #pendakiindonesia #pendakigunung
serem lurr gunung Ciremai 😱 #gunungciremai #macan #slametramadhan #macantutul
ณ วันที่ 2026-10-12 MountNesia (@mountnesia) มีผู้ติดตามบน TikTok 314.5K
MountNesia (@mountnesia) – ស្ថិតិ TikTok: អ្នកតាមដាន 314.5K ថ្ងៃនេះ
MountNesia (@mountnesia) — ស្ថិតិ TikTok: អ្នកតាមដាន 314.5K ការចូលចិត្ត 11.9M ការមើលជាមធ្យម 454.9K អត្រាចូលរួម 6.5%។
@mountnesia
Pendaki Gunung Indonesia | MountNesia IG, Twitter, FB : @MountNesia
MountNesia គឺជាអ្នកបង្កើតមាតិកា TikTok ដែលមានអ្នកតាមដាន 314.5K និងការចូលចិត្ត 11.9M។ វីដេអូនីមួយៗទទួលបានការមើលជាមធ្យម 454.9K ដង ជាមួយអត្រាចូលរួម 6.5%។ ហាស់ថេកដែលប្រើញឹកញាប់បំផុត៖ #pendaki #pendakigunung និង #pendakiindonesia។
https://collshp.com/mountnesiagearតម្លៃប៉ាន់ស្មានក្នុងមួយប្រកាសឧបត្ថម្ភ: $1.6K ដល់ $7.8K គណនាតាមប្រហែល 5 ដល់ 25 ដុល្លារក្នុងអ្នកតាមដាន 1,000 នាក់។ នេះជាការប៉ាន់ស្មានតាមទំហំទស្សនិកជន មិនមែនជាប្រាក់ចំណូលដែលបានរាយការណ៍ទេ។
ធ្វើបច្ចុប្បន្នភាពចុងក្រោយ:
Dua pendaki ilegal Gunung Semeru, Yanuar (19) dan Dwi (25), warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan setelah terdampar selama tiga hari dua malam di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Keduanya diketahui masuk melalui jalur ilegal di Limpak, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, pada Senin malam (24/8/2026). Berdasarkan pemeriksaan polisi, kedua pemuda tersebut mengetahui jalur ilegal menuju Gunung Semeru dari media sosial TikTok. "Yang bersangkutan mengaku tahu jalur itu dari TikTok," ucap Kapolsek Poncokusumo AKP Teguh Iman Sugiarto. Yanuar dan Dwi kemudian mendaki tanpa pakai jasa pemandu. Mereka mengandalkan GPX atau file data GPS yang berisi rekaman jalur, titik koordinat, dan rute pendakian. Yanuar mengatakan, setelah mencapai Puncak Limpak sekitar pukul 06.00 WIB, mereka bertemu warga lokal yang sedang mencari tanaman obat. Dari warga tersebut, mereka mendapat informasi bahwa jalur dari lokasi itu dapat menuju Kalimati. Awalnya, keduanya berniat melakukan perjalanan tektok pada Selasa (25/8/2026) dini hari dan kembali pada malam harinya. Karena hanya berniat tektok, mereka membawa perbekalan terbatas dan tidak membawa tenda maupun sleeping bag. Namun rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Yanuar dan Dwi justru terdampar di punggungan bukit yang mengarah ke Kalimati selama tiga hari dua malam hingga akhirnya perbekalan mereka habis. Karena kehabisan logistik, keduanya kemudian turun menuju Ranu Kumbolo dengan harapan dapat bertemu petugas atau pendaki lain yang bisa membantu. Pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, keduanya ditemukan petugas Balai Besar TNBTS di Ranu Kumbolo. Saat ditemukan, keduanya dalam kondisi kelelahan dan kehabisan perbekalan. Terkait kebakaran, Yanuar dan Dwi membantah menjadi penyebab karhutla. Mereka mengaku tidak membuat api selama terdampar dan menyebut jika memasak, mereka menggunakan kompor. Yanuar juga mengatakan Blok Ranu Kembang, yang disebut sebagai titik awal kebakaran, bukan merupakan jalur yang mereka lewati menuju Kalimati. Sumber : kompascom
tips melipat kaos, #mountnesia #fyp #pendaki #pendakiindonesia #pendakigunung
serem lurr gunung Ciremai 😱 #gunungciremai #macan #slametramadhan #macantutul
គិតត្រឹមថ្ងៃទី 2026-10-12 MountNesia (@mountnesia) មានអ្នកតាមដាន TikTok 314.5K។
MountNesia (@mountnesia) – TikTok စာရင်းအင်း: ဖော်လိုဝါ 314.5K ယနေ့
MountNesia (@mountnesia) — TikTok စာရင်းအင်း: ဖော်လိုဝါ 314.5K၊ Like 11.9M၊ ပျမ်းမျှကြည့်ရှုမှု 454.9K၊ ထိတွေ့ဆက်ဆံမှု 6.5%။
@mountnesia
Pendaki Gunung Indonesia | MountNesia IG, Twitter, FB : @MountNesia
MountNesia သည် TikTok ဖန်တီးသူဖြစ်ပြီး ဖော်လိုဝါ 314.5K၊ Like 11.9M ရှိသည်။ ဗီဒီယိုတစ်ခုလျှင် ပျမ်းမျှ ကြည့်ရှုမှု 454.9K ကြိမ်ရှိပြီး ထိတွေ့ဆက်ဆံမှုနှုန်း 6.5% ဖြစ်သည်။ အသုံးအများဆုံး hashtag များ - #pendaki၊ #pendakigunung နှင့် #pendakiindonesia။
https://collshp.com/mountnesiagearစပွန်ဆာ ပို့စ်တစ်ခုလျှင် ခန့်မှန်းနှုန်း: $1.6K မှ $7.8K ၊ ဖော်လိုဝါ ၁,၀၀၀ လျှင် ဒေါ်လာ ၅ မှ ၂၅ ခန့်ကို အခြေခံသည်။ ၎င်းသည် ပရိသတ်အရွယ်အစားအပေါ် အခြေခံသော ခန့်မှန်းချက်သာဖြစ်ပြီး ထုတ်ပြန်ထားသော ဝင်ငွေ မဟုတ်ပါ။
နောက်ဆုံး အပ်ဒိတ်:
Dua pendaki ilegal Gunung Semeru, Yanuar (19) dan Dwi (25), warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan setelah terdampar selama tiga hari dua malam di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Keduanya diketahui masuk melalui jalur ilegal di Limpak, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, pada Senin malam (24/8/2026). Berdasarkan pemeriksaan polisi, kedua pemuda tersebut mengetahui jalur ilegal menuju Gunung Semeru dari media sosial TikTok. "Yang bersangkutan mengaku tahu jalur itu dari TikTok," ucap Kapolsek Poncokusumo AKP Teguh Iman Sugiarto. Yanuar dan Dwi kemudian mendaki tanpa pakai jasa pemandu. Mereka mengandalkan GPX atau file data GPS yang berisi rekaman jalur, titik koordinat, dan rute pendakian. Yanuar mengatakan, setelah mencapai Puncak Limpak sekitar pukul 06.00 WIB, mereka bertemu warga lokal yang sedang mencari tanaman obat. Dari warga tersebut, mereka mendapat informasi bahwa jalur dari lokasi itu dapat menuju Kalimati. Awalnya, keduanya berniat melakukan perjalanan tektok pada Selasa (25/8/2026) dini hari dan kembali pada malam harinya. Karena hanya berniat tektok, mereka membawa perbekalan terbatas dan tidak membawa tenda maupun sleeping bag. Namun rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Yanuar dan Dwi justru terdampar di punggungan bukit yang mengarah ke Kalimati selama tiga hari dua malam hingga akhirnya perbekalan mereka habis. Karena kehabisan logistik, keduanya kemudian turun menuju Ranu Kumbolo dengan harapan dapat bertemu petugas atau pendaki lain yang bisa membantu. Pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, keduanya ditemukan petugas Balai Besar TNBTS di Ranu Kumbolo. Saat ditemukan, keduanya dalam kondisi kelelahan dan kehabisan perbekalan. Terkait kebakaran, Yanuar dan Dwi membantah menjadi penyebab karhutla. Mereka mengaku tidak membuat api selama terdampar dan menyebut jika memasak, mereka menggunakan kompor. Yanuar juga mengatakan Blok Ranu Kembang, yang disebut sebagai titik awal kebakaran, bukan merupakan jalur yang mereka lewati menuju Kalimati. Sumber : kompascom
tips melipat kaos, #mountnesia #fyp #pendaki #pendakiindonesia #pendakigunung
serem lurr gunung Ciremai 😱 #gunungciremai #macan #slametramadhan #macantutul
2026-10-12 အထိ MountNesia (@mountnesia) တွင် TikTok ဖော်လိုဝါ 314.5K ရှိသည်။
MountNesia (@mountnesia) – TikTok統計: フォロワー314.5K 今日
MountNesia (@mountnesia) — TikTok統計: フォロワー314.5K、いいね11.9M、平均再生数454.9K、エンゲージメント率6.5%。#pendakiと#pendakigunungについて投稿するインドネシアのTikTokクリエイター。毎日更新。
@mountnesia
Pendaki Gunung Indonesia | MountNesia IG, Twitter, FB : @MountNesia
MountNesiaはTikTokクリエイターで、フォロワー314.5K、いいね11.9M。動画の平均再生数は454.9K回、エンゲージメント率は6.5%です。よく使うハッシュタグ:#pendaki、#pendakigunungと#pendakiindonesia。
https://collshp.com/mountnesiagearタイアップ投稿1件あたりの推定単価:$1.6K〜$7.8K(フォロワー1,000人あたり約5〜25ドルで計算)。オーディエンス規模からの推定であり、公表された収入ではありません。
最終更新:
Dua pendaki ilegal Gunung Semeru, Yanuar (19) dan Dwi (25), warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan setelah terdampar selama tiga hari dua malam di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Keduanya diketahui masuk melalui jalur ilegal di Limpak, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, pada Senin malam (24/8/2026). Berdasarkan pemeriksaan polisi, kedua pemuda tersebut mengetahui jalur ilegal menuju Gunung Semeru dari media sosial TikTok. "Yang bersangkutan mengaku tahu jalur itu dari TikTok," ucap Kapolsek Poncokusumo AKP Teguh Iman Sugiarto. Yanuar dan Dwi kemudian mendaki tanpa pakai jasa pemandu. Mereka mengandalkan GPX atau file data GPS yang berisi rekaman jalur, titik koordinat, dan rute pendakian. Yanuar mengatakan, setelah mencapai Puncak Limpak sekitar pukul 06.00 WIB, mereka bertemu warga lokal yang sedang mencari tanaman obat. Dari warga tersebut, mereka mendapat informasi bahwa jalur dari lokasi itu dapat menuju Kalimati. Awalnya, keduanya berniat melakukan perjalanan tektok pada Selasa (25/8/2026) dini hari dan kembali pada malam harinya. Karena hanya berniat tektok, mereka membawa perbekalan terbatas dan tidak membawa tenda maupun sleeping bag. Namun rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Yanuar dan Dwi justru terdampar di punggungan bukit yang mengarah ke Kalimati selama tiga hari dua malam hingga akhirnya perbekalan mereka habis. Karena kehabisan logistik, keduanya kemudian turun menuju Ranu Kumbolo dengan harapan dapat bertemu petugas atau pendaki lain yang bisa membantu. Pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, keduanya ditemukan petugas Balai Besar TNBTS di Ranu Kumbolo. Saat ditemukan, keduanya dalam kondisi kelelahan dan kehabisan perbekalan. Terkait kebakaran, Yanuar dan Dwi membantah menjadi penyebab karhutla. Mereka mengaku tidak membuat api selama terdampar dan menyebut jika memasak, mereka menggunakan kompor. Yanuar juga mengatakan Blok Ranu Kembang, yang disebut sebagai titik awal kebakaran, bukan merupakan jalur yang mereka lewati menuju Kalimati. Sumber : kompascom
tips melipat kaos, #mountnesia #fyp #pendaki #pendakiindonesia #pendakigunung
serem lurr gunung Ciremai 😱 #gunungciremai #macan #slametramadhan #macantutul
2026-10-12時点で、MountNesia(@mountnesia)のTikTokフォロワーは314.5Kです。
MountNesia (@mountnesia) – 틱톡 통계: 팔로워 314.5K 오늘
MountNesia (@mountnesia) — 틱톡 통계: 팔로워 314.5K, 좋아요 11.9M, 평균 조회수 454.9K, 참여율 6.5%. #pendaki 및 #pendakigunung 콘텐츠를 올리는 인도네시아 틱톡 크리에이터. 매일 업데이트.
@mountnesia
Pendaki Gunung Indonesia | MountNesia IG, Twitter, FB : @MountNesia
MountNesia은(는) 틱톡 크리에이터로, 팔로워 314.5K, 좋아요 11.9M입니다. 동영상 평균 조회수는 454.9K회, 참여율은 6.5%입니다. 자주 쓰는 해시태그: #pendaki, #pendakigunung 및 #pendakiindonesia.
https://collshp.com/mountnesiagear광고 게시물 1건당 예상 단가: $1.6K~$7.8K (팔로워 1,000명당 약 5~25달러 기준). 시청자 규모로 추정한 값이며 공개된 수입이 아닙니다.
마지막 업데이트:
Dua pendaki ilegal Gunung Semeru, Yanuar (19) dan Dwi (25), warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan setelah terdampar selama tiga hari dua malam di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Keduanya diketahui masuk melalui jalur ilegal di Limpak, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, pada Senin malam (24/8/2026). Berdasarkan pemeriksaan polisi, kedua pemuda tersebut mengetahui jalur ilegal menuju Gunung Semeru dari media sosial TikTok. "Yang bersangkutan mengaku tahu jalur itu dari TikTok," ucap Kapolsek Poncokusumo AKP Teguh Iman Sugiarto. Yanuar dan Dwi kemudian mendaki tanpa pakai jasa pemandu. Mereka mengandalkan GPX atau file data GPS yang berisi rekaman jalur, titik koordinat, dan rute pendakian. Yanuar mengatakan, setelah mencapai Puncak Limpak sekitar pukul 06.00 WIB, mereka bertemu warga lokal yang sedang mencari tanaman obat. Dari warga tersebut, mereka mendapat informasi bahwa jalur dari lokasi itu dapat menuju Kalimati. Awalnya, keduanya berniat melakukan perjalanan tektok pada Selasa (25/8/2026) dini hari dan kembali pada malam harinya. Karena hanya berniat tektok, mereka membawa perbekalan terbatas dan tidak membawa tenda maupun sleeping bag. Namun rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Yanuar dan Dwi justru terdampar di punggungan bukit yang mengarah ke Kalimati selama tiga hari dua malam hingga akhirnya perbekalan mereka habis. Karena kehabisan logistik, keduanya kemudian turun menuju Ranu Kumbolo dengan harapan dapat bertemu petugas atau pendaki lain yang bisa membantu. Pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, keduanya ditemukan petugas Balai Besar TNBTS di Ranu Kumbolo. Saat ditemukan, keduanya dalam kondisi kelelahan dan kehabisan perbekalan. Terkait kebakaran, Yanuar dan Dwi membantah menjadi penyebab karhutla. Mereka mengaku tidak membuat api selama terdampar dan menyebut jika memasak, mereka menggunakan kompor. Yanuar juga mengatakan Blok Ranu Kembang, yang disebut sebagai titik awal kebakaran, bukan merupakan jalur yang mereka lewati menuju Kalimati. Sumber : kompascom
tips melipat kaos, #mountnesia #fyp #pendaki #pendakiindonesia #pendakigunung
serem lurr gunung Ciremai 😱 #gunungciremai #macan #slametramadhan #macantutul
2026-10-12 기준 MountNesia(@mountnesia)의 TikTok 팔로워는 314.5K명입니다.
MountNesia (@mountnesia) – የቲክቶክ ስታቲስቲክስ: 314.5K ተከታዮች ዛሬ
MountNesia (@mountnesia) — የቲክቶክ ስታቲስቲክስ: 314.5K ተከታዮች፣ 11.9M ላይኮች፣ 454.9K አማካይ እይታዎች፣ 6.5% ተሳትፎ። ስለ #pendaki እና #pendakigunung የሚለጥፍ በኢንዶኔዢያ የቲክቶክ ይዘት ፈጣሪ።
@mountnesia
Pendaki Gunung Indonesia | MountNesia IG, Twitter, FB : @MountNesia
MountNesia የቲክቶክ ይዘት ፈጣሪ ሲሆኑ 314.5K ተከታዮች እና 11.9M ላይኮች አሏቸው። ቪዲዮዎቻቸው በአማካይ 454.9K እይታ ያገኛሉ፤ የተሳትፎ መጠናቸው 6.5% ነው። በብዛት የሚጠቀሙባቸው ሃሽታጎች፦ #pendaki፣ #pendakigunung እና #pendakiindonesia።
https://collshp.com/mountnesiagearለአንድ የስፖንሰር ልጥፍ የተገመተ ዋጋ፦ ከ$1.6K እስከ $7.8K፣ በ1,000 ተከታዮች ከ5 እስከ 25 ዶላር በሚሆን ግምት። ይህ በታዳሚ መጠን ላይ የተመሠረተ ግምት እንጂ የተገለጸ ገቢ አይደለም።
ለመጨረሻ ጊዜ የተዘመነው:
Dua pendaki ilegal Gunung Semeru, Yanuar (19) dan Dwi (25), warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan setelah terdampar selama tiga hari dua malam di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Keduanya diketahui masuk melalui jalur ilegal di Limpak, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, pada Senin malam (24/8/2026). Berdasarkan pemeriksaan polisi, kedua pemuda tersebut mengetahui jalur ilegal menuju Gunung Semeru dari media sosial TikTok. "Yang bersangkutan mengaku tahu jalur itu dari TikTok," ucap Kapolsek Poncokusumo AKP Teguh Iman Sugiarto. Yanuar dan Dwi kemudian mendaki tanpa pakai jasa pemandu. Mereka mengandalkan GPX atau file data GPS yang berisi rekaman jalur, titik koordinat, dan rute pendakian. Yanuar mengatakan, setelah mencapai Puncak Limpak sekitar pukul 06.00 WIB, mereka bertemu warga lokal yang sedang mencari tanaman obat. Dari warga tersebut, mereka mendapat informasi bahwa jalur dari lokasi itu dapat menuju Kalimati. Awalnya, keduanya berniat melakukan perjalanan tektok pada Selasa (25/8/2026) dini hari dan kembali pada malam harinya. Karena hanya berniat tektok, mereka membawa perbekalan terbatas dan tidak membawa tenda maupun sleeping bag. Namun rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Yanuar dan Dwi justru terdampar di punggungan bukit yang mengarah ke Kalimati selama tiga hari dua malam hingga akhirnya perbekalan mereka habis. Karena kehabisan logistik, keduanya kemudian turun menuju Ranu Kumbolo dengan harapan dapat bertemu petugas atau pendaki lain yang bisa membantu. Pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, keduanya ditemukan petugas Balai Besar TNBTS di Ranu Kumbolo. Saat ditemukan, keduanya dalam kondisi kelelahan dan kehabisan perbekalan. Terkait kebakaran, Yanuar dan Dwi membantah menjadi penyebab karhutla. Mereka mengaku tidak membuat api selama terdampar dan menyebut jika memasak, mereka menggunakan kompor. Yanuar juga mengatakan Blok Ranu Kembang, yang disebut sebagai titik awal kebakaran, bukan merupakan jalur yang mereka lewati menuju Kalimati. Sumber : kompascom
tips melipat kaos, #mountnesia #fyp #pendaki #pendakiindonesia #pendakigunung
serem lurr gunung Ciremai 😱 #gunungciremai #macan #slametramadhan #macantutul
እስከ 2026-10-12 ድረስ MountNesia (@mountnesia) 314.5K የቲክቶክ ተከታዮች አሉት።
MountNesia (@mountnesia) TikTok: 314.5K taageere maanta
MountNesia (@mountnesia) — tirakoobka TikTok: 314.5K taageere, 11.9M like, 454.9K daawasho celcelis ahaan, 6.5% ka-qaybgal.
@mountnesia
Pendaki Gunung Indonesia | MountNesia IG, Twitter, FB : @MountNesia
MountNesia waa abuure TikTok oo leh 314.5K taageere iyo 11.9M like. Fiidiyowyadiisu waxay helaan celcelis ahaan 454.9K daawasho, heerka ka-qaybgalkuna waa 6.5%. Hashtag-yada ugu badan ee la isticmaalo: #pendaki, #pendakigunung iyo #pendakiindonesia.
https://collshp.com/mountnesiagearQiimaha la qiyaasay ee boosteyaasha kafaala-qaadka ah: $1.6K ilaa $7.8K, iyadoo lagu salaynayo qiyaastii 5 ilaa 25 doolar 1,000 taageere kasta. Waa qiyaas ku salaysan cabbirka daawadayaasha, ma aha dakhli la shaaciyay.
Markii ugu dambeysay la cusboonaysiiyay:
Dua pendaki ilegal Gunung Semeru, Yanuar (19) dan Dwi (25), warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan setelah terdampar selama tiga hari dua malam di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Keduanya diketahui masuk melalui jalur ilegal di Limpak, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, pada Senin malam (24/8/2026). Berdasarkan pemeriksaan polisi, kedua pemuda tersebut mengetahui jalur ilegal menuju Gunung Semeru dari media sosial TikTok. "Yang bersangkutan mengaku tahu jalur itu dari TikTok," ucap Kapolsek Poncokusumo AKP Teguh Iman Sugiarto. Yanuar dan Dwi kemudian mendaki tanpa pakai jasa pemandu. Mereka mengandalkan GPX atau file data GPS yang berisi rekaman jalur, titik koordinat, dan rute pendakian. Yanuar mengatakan, setelah mencapai Puncak Limpak sekitar pukul 06.00 WIB, mereka bertemu warga lokal yang sedang mencari tanaman obat. Dari warga tersebut, mereka mendapat informasi bahwa jalur dari lokasi itu dapat menuju Kalimati. Awalnya, keduanya berniat melakukan perjalanan tektok pada Selasa (25/8/2026) dini hari dan kembali pada malam harinya. Karena hanya berniat tektok, mereka membawa perbekalan terbatas dan tidak membawa tenda maupun sleeping bag. Namun rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Yanuar dan Dwi justru terdampar di punggungan bukit yang mengarah ke Kalimati selama tiga hari dua malam hingga akhirnya perbekalan mereka habis. Karena kehabisan logistik, keduanya kemudian turun menuju Ranu Kumbolo dengan harapan dapat bertemu petugas atau pendaki lain yang bisa membantu. Pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, keduanya ditemukan petugas Balai Besar TNBTS di Ranu Kumbolo. Saat ditemukan, keduanya dalam kondisi kelelahan dan kehabisan perbekalan. Terkait kebakaran, Yanuar dan Dwi membantah menjadi penyebab karhutla. Mereka mengaku tidak membuat api selama terdampar dan menyebut jika memasak, mereka menggunakan kompor. Yanuar juga mengatakan Blok Ranu Kembang, yang disebut sebagai titik awal kebakaran, bukan merupakan jalur yang mereka lewati menuju Kalimati. Sumber : kompascom
tips melipat kaos, #mountnesia #fyp #pendaki #pendakiindonesia #pendakigunung
serem lurr gunung Ciremai 😱 #gunungciremai #macan #slametramadhan #macantutul
Illaa 2026-10-12, MountNesia (@mountnesia) wuxuu leeyahay 314.5K taageere oo TikTok ah.