mnMuhammad Nuruddin

Muhammad Nuruddin

@mnuruddin19

Akun resmi Ust. Muhammad Nuruddin Admin: (WA) +6287834762369

Muhammad Nuruddin is a TikTok creator in Indonesia with 36.1K followers and 236K likes. Their videos average 65.8K views, an engagement rate of 5.5%. Most-used hashtags: #nuruddin, #uas and #mantik.

36.1K
Followers
1
Following
236K
Likes
65.8K
Avg views
Engagement: 5.5% Indonesia 🗣️ Indonesian
36.1K
Followers
236K
Total likes
65.8K
Avg views
119
Videos
1
Following
0
Favorited
5.5%
Engagement

Growth & Forecast

Last updated7-day forecast30-day forecast
Followers36.1K🔒 Pro🔒 Pro
Total likes236K🔒 Pro🔒 Pro
Videos119🔒 Pro🔒 Pro
Avg views65.8K🔒 Pro🔒 Pro

Unlock the full report

Contact email, growth history and forecasts, and the full video archive are part of Pro.

View full report →

Pro is free during the beta: start a trial, no credit card required.

Estimated earnings

Estimated rate per sponsored post: $180 to $900, based on roughly $5 to $25 per 1,000 followers. This is an estimate from audience size, not reported income.

Last updated:

TikTok profile

Recent videos

Latest video: 2026-10-23

Perbedaan setajam apapun akan menemukan titik temu jika diselesaikan dengan ilmu. Tapi fanatisme dan ketidaktahuan seringkali memicu kebencian dan menumbuhkan benih-benih permusuhan. Seruan kembali pada al-Quran dan Sunnah harusnya tersampaikan dengan narasi yang indah. Bukan caci maki dan sumpah serapah. Tuhan menakdirkan kita hidup berbeda. Dan kita bisa belajar untuk melihat perbedaan itu sebagai keniscayaan dalam hidup kita.  Nabi tak pernah bahagia melihat umatnya bermusuhan satu sama lain. Dia pasti senang kalau kita saling merangkul. Bukan saling memukul. Saling mengasihi. Bukan membenci dan menghakimi. Dia ingin kita masuk sorga. Bukan bernafsu memasukkan orang ke dalam neraka. Jika kita masih menarasikan dakwah yang menjatuhkan dan membenci, mungkin sekarang saatnya kita bertanya, sebenarnya kita ini ingin mengikuti sunnah nabi, atau jangan-jangan yang kita turuti adalah bisikan hawa nafsu kita sendiri?
▶
▶ 39.9K ❤ 0 💬 0

Perbedaan setajam apapun akan menemukan titik temu jika diselesaikan dengan ilmu. Tapi fanatisme dan ketidaktahuan seringkali memicu kebencian dan menumbuhkan benih-benih permusuhan. Seruan kembali pada al-Quran dan Sunnah harusnya tersampaikan dengan narasi yang indah. Bukan caci maki dan sumpah serapah. Tuhan menakdirkan kita hidup berbeda. Dan kita bisa belajar untuk melihat perbedaan itu sebagai keniscayaan dalam hidup kita. Nabi tak pernah bahagia melihat umatnya bermusuhan satu sama lain. Dia pasti senang kalau kita saling merangkul. Bukan saling memukul. Saling mengasihi. Bukan membenci dan menghakimi. Dia ingin kita masuk sorga. Bukan bernafsu memasukkan orang ke dalam neraka. Jika kita masih menarasikan dakwah yang menjatuhkan dan membenci, mungkin sekarang saatnya kita bertanya, sebenarnya kita ini ingin mengikuti sunnah nabi, atau jangan-jangan yang kita turuti adalah bisikan hawa nafsu kita sendiri?

Di slide pertama ada Habib @husein_hadar dan Gus @ajir_ubaidillah. Kami bertiga pernah dituduh sebagai Syi’ah. Pernah dicoret, disilang, dan dituduh dengan beragam fitnah. Pelakunya kebanyakan dari golongan yang sama. Tapi beruntung kami diajarkan adab. Dan tidak membalas hinaan mereka dengan hinaan serupa. Gus Ajir punya pendekatan dakwah yang akademis, santun dan argumentatif. Sementara Habib Ja’far piawai dalam mengemas narasi dakwah yang jenaka. Tapi juga berbobot dan disukai oleh banyak kalangan anak muda. Mereka berdua tentu pernah terjatuh dalam kesalahan. Tapi manfaat yang diberikan keduanya terlalu mahal untuk kita abaikan.  Di bagian kedua ada Kiai Afifuddin Dimyathi. Orang Indonesia asli. Tapi banyak menulis kitab berbahasa Arab. Sosok ahli tafsir yang mungkin namanya tidak sepopuler dua sosok tadi. Padahal ini orang alim sungguhan. Dan ilmunya sangat layak untuk disebarluaskan. Di bagian selanjutnya ada Kiai Abdul Wahab. Beliau seorang pakar ilmu akidah yang handal. Dan tulisan-tulisannya bisa kita nikmati melalui dinding-dinding media sosial. Karena sering mengkritik kelompok sebelah, akhirnya beliau juga mengalami nasib yang sama. Dicaci maki, dicoreng, dan difitnah. Selain mereka ada banyak sosok lain yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Kami semua datang dan berkumpul untuk menerima siraman rohani dari Habib Umar. Kami datang dengan niatan yang baik. Dan alhamdulillah bisa dipertemukan dengan banyak sekali orang baik.  Kita hidup di tengah narasi dakwah yang kurang sehat. Kritik ilmiah dibalas dengan caci maki. Yang tidak punya keahlian bisa bicara semaunya sendiri. Orang yang berbeda aliran dihakimi sesuai dengan selera pribadi. Bukan berdasarkan bukti dan paparan argumentasi. Oknum suatu ormas dijadikan rujukan. Tapi orang baiknya malah diabaikan. Mengajak kembali pada al-Quran dan Sunnah. Tapi isinya adalah caci maki dan sumpah serapah. Perbedaan kecil terus dipelihara. Musuh yang lebih besar malah diabaikan begitu saja. Untuk membangun persaudaraan kita tidak harus sama dalam semua pemahaman. Tapi kita perlu satu kesadaran. Bahwa kita semua adalah hamba Tuhan. Dan kita semua terikat dalam lingkaran orang-orang beriman.
▶
▶ 38.8K ❤ 0 💬 0

Di slide pertama ada Habib @husein_hadar dan Gus @ajir_ubaidillah. Kami bertiga pernah dituduh sebagai Syi’ah. Pernah dicoret, disilang, dan dituduh dengan beragam fitnah. Pelakunya kebanyakan dari golongan yang sama. Tapi beruntung kami diajarkan adab. Dan tidak membalas hinaan mereka dengan hinaan serupa. Gus Ajir punya pendekatan dakwah yang akademis, santun dan argumentatif. Sementara Habib Ja’far piawai dalam mengemas narasi dakwah yang jenaka. Tapi juga berbobot dan disukai oleh banyak kalangan anak muda. Mereka berdua tentu pernah terjatuh dalam kesalahan. Tapi manfaat yang diberikan keduanya terlalu mahal untuk kita abaikan. Di bagian kedua ada Kiai Afifuddin Dimyathi. Orang Indonesia asli. Tapi banyak menulis kitab berbahasa Arab. Sosok ahli tafsir yang mungkin namanya tidak sepopuler dua sosok tadi. Padahal ini orang alim sungguhan. Dan ilmunya sangat layak untuk disebarluaskan. Di bagian selanjutnya ada Kiai Abdul Wahab. Beliau seorang pakar ilmu akidah yang handal. Dan tulisan-tulisannya bisa kita nikmati melalui dinding-dinding media sosial. Karena sering mengkritik kelompok sebelah, akhirnya beliau juga mengalami nasib yang sama. Dicaci maki, dicoreng, dan difitnah. Selain mereka ada banyak sosok lain yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Kami semua datang dan berkumpul untuk menerima siraman rohani dari Habib Umar. Kami datang dengan niatan yang baik. Dan alhamdulillah bisa dipertemukan dengan banyak sekali orang baik. Kita hidup di tengah narasi dakwah yang kurang sehat. Kritik ilmiah dibalas dengan caci maki. Yang tidak punya keahlian bisa bicara semaunya sendiri. Orang yang berbeda aliran dihakimi sesuai dengan selera pribadi. Bukan berdasarkan bukti dan paparan argumentasi. Oknum suatu ormas dijadikan rujukan. Tapi orang baiknya malah diabaikan. Mengajak kembali pada al-Quran dan Sunnah. Tapi isinya adalah caci maki dan sumpah serapah. Perbedaan kecil terus dipelihara. Musuh yang lebih besar malah diabaikan begitu saja. Untuk membangun persaudaraan kita tidak harus sama dalam semua pemahaman. Tapi kita perlu satu kesadaran. Bahwa kita semua adalah hamba Tuhan. Dan kita semua terikat dalam lingkaran orang-orang beriman.

Tidak ada alasan membenci Habib Umar.
▶
▶ 27.8K ❤ 0 💬 0

Tidak ada alasan membenci Habib Umar.

Frequently asked questions

How many followers does Muhammad Nuruddin have?

Muhammad Nuruddin (@mnuruddin19) has 36.1K TikTok followers as of 2026-10-24.

Similar creators

Top TikTok Creators in Indonesia

View all →
Ria Ricis @riaricis
#3

"Doain aja.." @tokoricisofficial 🛒

Followers
55.1M
Likes
1.8B
Views
2.4M
Engage
0.6%
RIVEL @rivelsumigar
#5

Business inq : 0823-5341-3898 (Revorsteve)

Followers
35.9M
Likes
232.7M
Views
8.8M
Engage
0.5%